06 April 2021, 21:45 WIB

Kebutuhan Parenting Bayi Tetap Eksis di Tengah Pandemi


mediaindonesia.com | Humaniora

DI tengah pandemi Covid-19, tren belanja online kini memasuki dimensi baru. Percepatan digital di era new normal membawa berbagai kemudahan bagi dunia parenting Indonesia terutama bagi orangtua milenial.

Meski kini tengah pandemi, brand lokal produk perlengkapan bayi dan mainan anak ini terus melakukan inovasi agar para orang tua milenial bisa memenuhi kebutuhan parenting bagi anak-anak mereka di rumah.

Untuk memenuhi kebutuhan parenting, Sugarbaby Indonesia yang dirintis sejak akhir 2013 dalam naungan PT Kindalin Utama International melakukan terobosan.

Di saat pasar perlengkapan bayi yang semakin ramai dan kompetisi yang ketat, Sugarbaby terus melakukan inovasi serta pengembangan produk-produk baru yang sesuai zaman dan menyediakan barang dengan kualitas terbaik dan customer service yang excellent

"Dengan kisaran harga antara Rp30 ribu hingga Rp800 ribu, produk kami bisa didapatkan melalui sosial media Instagram: Sugarbaby.co.id dan berbagai platform marketplace seperti Blibli, Lazada, Tokopedia, dan Shopee dengan mudah," jelas Direktur Utama Sugarbaby Indonesia Adrian Lucas dalam keterangannya, Selasa (6/4).

Ia memastikan seluruh produknya wajib melewati proses pengujian yang ketat serta memenuhi standar keamanan internasional sehingga tidak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi si kecil.

"Kualitas dan keamanan dari produk Sugarbaby akan selalu menjadi prioritas utama kami,” ujar Adrian.

Berbekal berbagai sertifikasi internasional di antaranya adalah FDA  Approved (persetujuan Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan AS) yang menyatakan produk Sugarbaby bebas dari BPA (Bisphenol A), Phthalate, PVC, dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Dengan bahan yang tak membahayakan dan bentuk yang aman, minat pembeli terhadap produk kebutuhan parenting semakin tinggi dan cukup merata di semua lini. Produk meliputi kategori kursi bayi, peralatan makan dan minum bayi, mainan edukasi dan perlengkapan bayi lainnya.

Adrian juga mengaku di awal berdirinya, pihaknya tidak mudah melakukan edukasi terhadap konsumen apalagi di saat itu sektor perlengkapan bayi dan mainan bayi masih terhitung dominan di sektor offline.

"Namun seiring waktu berjalan, edukasi konsumen yang berjalan efektif disertai pasar yang terus berkembang membuat kami bisa diterima dengan baik hingga akhirnya bisa jadi salah satu pemain retail terdepan untuk produk kebutuhan bayi dan mainan anak-anak di Indonesia," pungkasnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT