06 April 2021, 17:36 WIB

Pemda Diminta Gerak Cepat Informasikan Cuaca Ekstrem


Indriyani Astuti | Humaniora

KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah (pemda) untuk sigap dalam menginformasikan cuaca ekstem.

Bahkan, Direktur Jenderal Bina Adwil Kemendagri Safrizal Z.A mengungkapkan sudah berulang kali meminta pemda untuk memantau potensi cuaca ekstrem, sebagaimana informasi dari BMKG.

"Kita telah beberapa kali minta pemda untuk memantau cuaca ekstrem melalui berbagai alat," ujar Safrizal ketika dihubungi, Selasa (6/4).

Baca juga: Jokowi Instruksikan BMKG Gencarkan Informasi Cuaca Ekstrem

Selain memantau cuaca ekstrem dan memberikan informasi mengenai potensi bencana, seperti banjir dan longsor, pemda juga diimbau untuk menyiapkan prosedur peringatan dini (early warning system). Tujuannya agar mitigasi bencana dapat cepat dilakukan.

"Lalu, segera menginformasikan kepada masyarakat. Informasi kepada masyarkat adalah salah satu jenis layanan dasar yang disediakan oleh pemda," pungkas Safrizal.

Baca juga: 10 Tahun Terakhir, Dua Bencana Banjir Besar Melanda NTT

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan BMKG untuk menggencarkan penyebaran informasi terkait potensi cuaca ekstrem, terutama akibat Siklon Tropis Seroja. Jokowi, sapaan akrabnya, ingin informasi tersebut diserap secara baik oleh pemda dan masyarakat. Sehingga, berbagai persiapan dan antisipasi bisa dilakukan dengan optimal. 

Diketahui, Siklon Tropis Seroja mengakibatkan bencana banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Siklon tropis ini berdampak di delapan wilayah, yakni Kupang, Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Bencana tersebut menyebabkan ribuan warga mengungsi dan ratusan orang meninggal dunia. Pun, masih ada puluhan orang yang dilaporkan hilang.(OL-11)

BERITA TERKAIT