06 April 2021, 13:05 WIB

Penting! Mencegah dan Mengendalikan Diabetes di Masa Pandemi


Mediaindonesia.com | Humaniora

PANDEMI covid-19 yang melanda banyak negara di dunia termasuk Indonesia dalam sekitar satu tahun terakhir memang telah menyita perhatian semua pihak. Hampir semua negara-negara berjuang mengatasi wabah tersebut sambil berusaha memulihakn perekonomian mereka yang terpuruk.

Alhasil beberapa penyakit lain seperti terabaikan. Padahal sejatinya penyakit tersebut juga berbahaya bahkan tidak jarang menjadi komorbid atau penyakit penyerta yang membahayakan nyawa pasien kala divonis tertular covid-19.

Baca juga: Inovasi Insulin Terbaru untuk Terapi Diabetes Kini di Indonesia

Berangkat dari situlah Daewoong Pharmaceutical (CEO Sengho Jeon) mengadakan 'Daewoong Media Day (DMD)' dengan tema 'Pengobatan dan Pengendalian Diabetes Yang Meningkat Pesat di Era Normal Baru' pada Selasa (6/4). Acara webinar tersebut membahas berbagai upaya pencegahan, pengendalian, dan pengobatan diabetes.

Dalam acara tersebut Ketua Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia) wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok  dan Guru Besar di Fakultas Kedokteran, Universitas DeLa Salle, serta spesialis endokrinologi, Prof. Dr. Mardi Santoso  
berbagi sejumlah tips untuk mencegah dan mengendalikan diabetes dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan dari data International Diabetes Federation pada 2020, jumlah penderita diabetes tipe-2 terus meningkat di berbagai negara di dunia. Indonesia menempati urutan ketujuh dari sepuluh negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi.

"Jumlah serangan diabetes mencapai 18 juta pada 2020, meningkat 6,2% ketimbang 2019. Menurut penelitian terbaru oleh tim penanggulangan covid-19 di Indonesia, angka kematian pada pasien diabetes yang terinfeksi covid-19 meningkat 8,3 kali lipat dibandingkan dengan masyarakat yang tidak. Saat ini, masyarakat  perlu semakin memperhatikan upaya pencegahan dan penanganan diabetes," ujarnya.

"Diabetes perlu dikendalikan dan diperhatikan secara rutin karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti komplikasi di organ penting tubuh, seperti mata, jantung, ginjal dan otak”, imbuhnya.

“Diabates dapat mengakibatkan kronik diabetik perifer neuropati (DPN) atau kerusakan syaraf tepi yang dapat terjadi akibat gangguan sirkulasi darah dan penurunan fungsi pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko amputasi pada penderita ulkus kaki”, kata Prof. Dr. Mardi lagi.

Pada kesempatan yang sama Antidiabetics Product Manager, Daewoong Pharmaceutical Korea, Jung Hye Min menjelaskan bahwa melalui DMD, Daewoong Pharmaceutical membahas perkembangan terkini, perkiraan tingkat prevalensi diabetes, dan berbagi informasi mengenai metode efektif untuk mencegah dan mengobati diabetes.
 
Ia juga menjelaskan mengenai berbagai penemuan terbaru dari Daewoong Pharmaceutical untuk mengobati diabetes dan komplikasi diabetes. Dalam presentasinya, Jung Hye Min memperkenalkan sejumlah produk antidiabetes Daewoong Pharmaceutical, antara lain kelas Biguanides, kelas DDP4-Inhibitor, dan kelas SGLT2-inhibitor. Jung Hye Min juga membahas pengembangan 'Enavogloflozin (DWP16001) yang merupakan bahan obat baru untuk mengobati diabetes tipe-2. Jung Hye Min juga membahas pengobatan 'EGF' yang digunakan untuk menangani ulkus kaki diabetik yang merupakan salah satu komplikasi diabetes.

“Daewoong Pharmaceutical menjadi perusahaan pertama di Korea yang mengembangkan Enavogliflozin, pengobatan antidiabetik SGLT 2. Dalam uji klinis fase II yang dilakukan terhadap pasien diabetes tipe-2, Enavogliflozin terbukti mampu menurunkan kadar gula darah lebih baik dibandingkan dengan inhibitor SGLT-2 lainnya yang ada di pasaran. Kami berharap Enavogliflozin dapat membantu pasien diabetes karena telah terbukti keamanannya dengan kemungkinan efek samping yang lebih rendah,” kata Jung Hye Min.


“Kami sedang mengembangkan Enavogliflozin sebagai pengobatan baru dan terbaik dalam kategori SGLT-2 untuk menangani diabetes. Enavogliflozin akan diluncurkan di Korea pada tahun 2023,” kata Sengho Jeon, CEO, Daewoong Pharmaceutical Korea. “Kami akan melakukan upaya yang konsisten untuk mengembangkan obat pertama dan terbaik di kelasnya untuk meningkatkan kenyamanan tenaga kesehatan dan pasien serta meningkatkan kualitas hidup umat manusia,” tambahnya.

Selain itu, Epidermal Growth Factor (EGF) merupakan pengobatan ulkus kaki diabetik yang sudah dirilis di Indonesia oleh PT Daewoong Infion, perusahaan joint venture Daewoong Pharmaceutical dan Infion. EGF merupakan zat yang memiliki struktur dan aktivitas yang identik dengan EGF dalam tubuh manusia.

Daewoong Pharmaceutical mengembangkan teknologi yang memungkinkan produksi massal EGF dan memperkenalkan EGF rekombinan genetik pertama di dunia pada 2001. Produk EGF PT Daewoong Infion merupakan obat jenis semprot yang dapat digunakan tanpa bersentuhan langsung dengan luka dan efektif dalam mengobati ulkus kaki diabetik yang cenderung sulit disembuhkan. Pada Mei tahun lalu, EGF mendapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI.

Daewoong Pharmaceutical mendirikan fasilitas produksi biofarmasi pertama di Indonesia dengan tujuan menjadikan indonesia kiblat biofarmasi dan secara aktif bekerja sama dalam pengembangan obat bio dan penelitian klinis terbaru melalui kolaborasi terbuka dengan pemerintah dan universitas Indonesia. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT