06 April 2021, 16:08 WIB

BNPB Sebut Kemenkes akan Boyong Dokter dari Provinsi Lain ke NTT


Fachri Audhia Hafiez | Humaniora

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menginformasikan keterbatasan tenaga kesehatan atau dokter di lokasi bencana Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia pun memaparkan rencana memboyong dokter dari luar provinsi ke titik-titik lokasi pengungsian.

"Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah melakukan koordinasi untuk mendatangkan sumber dokter dari beberapa provinsi termasuk dari Sulawesi Selatan dan juga Jawa Timur," kata Doni Monardo melalui konferensi televideo, Selasa (6/4).

Doni menuturkan, masih ada keterbatasan alat perawatan yang dibutuhkan korban untuk tindakan medis. Alat perawatan itu dipastikan bakal dikirim segera ke fasilitas kesehatan di NTT.

"Alat-alat untuk merawat pasien patah tulang yang masih kurang dan kami sudah beroperasi untuk segera didatangkan dari Jakarta, Surabaya, dan Makassar," ucap Doni.

Baca juga:  10 Tahun Terakhir, Dua Bencana Banjir Besar Melanda NTT

Sedangkan untuk obat-obatan dipastikan tercukupi. Penanganan medis yang melibatkan dari semua unsur pemerintah dan relawan juga berjalan maksimal.

Sebanyak 10 kabupaten dan 1 kota di NTT terdampak bencana alam. Wilayah itu terdiri atas Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka Tengah, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Ende.

Sejumlah wilayah di NTT dan NTB dilanda bencana hidrometeorologi pada Minggu (4/4). Peristiwa itu akibat siklon tropis Seroja yang terbentuk di kawasan tersebut.(OL-5)

BERITA TERKAIT