05 April 2021, 12:47 WIB

Kutai Kartanegara akan Dijadikan Persemaian Mangrove Skala Besar


Insi Nantika Jelita | Humaniora

KABUPATEN Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur akan dijadikan persemaian mangrove skala besar oleh pemerintah. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyebut Kaltim memiliki lahan kritis mangrove seluas 27.243 hektare.

Adapun kawasan calon persemaian itu berada di area Delta Mahakam dengan luas 38 hektare. Persemaian itu nanti akan menyuplai bibit mangrove untuk program rehabilitasi di beberapa wilayah Kaltim.

"Persemaian skala besar ini keinginan Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan kepada Menko Marves (Luhut Binsar Pandjaitan) pada tahun lalu, bahwa Indonesia harus memiliki persemaian mangrove skala besar yang dapat dibanggakan ke dunia," ungkap Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti dalam keterangannya, Senin (5/4).

Baca juga: Fenomena Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Beberapa Wilayah NTT

Persemaian mangrove ini disebut berada di bawah koordinasi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mahakam Berau yang menargetkan memproduksi bibit sebanyak 10 juta batang/tahun.

Beberapa spesies mangrove yang akan dikembangkan seperti Rhizophora sp, Avicennia sp, dan lain sebagainya.

Kemenko Marves menyebut telah ada beberapa sarana prasarana di daerah persemaian seperti mess karyawan, kantor, aula, dermaga dan rumah genset yang di lokasi demi produktivitas kawasan ini.

Selain itu, Nani menerangkan, lokasi persemaian ini dirancang tidak hanya untuk kebutuhan produksi, tapi sebagai sarana pendidikan/riset dan ekowisata serta diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi di lokasi lain. Tenaga kerja lokal ditargetkan akan terserap dalam jumlah besar untuk persemaian ini.

"Diharapkan, persemaian ini mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan juga bagi kelestarian alam ke depannya," pungkasnya.

Indonesia sendiri memiliki areal mengrove seluas 3,31 juta, namun 19% di antaranya dilaporkan dalam kondisi rusak dan perlu segera direhabilitasi.

Pemerintah menargetkan luasan rehabilitasi mangrove seluas 483 ribu ha yang mulai dikerjakan pada 2021-2024 di sembilan provinsi yaitu di Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat.

Rehabilitasi mangrove di Kalimantan Timur ditargetkan seluas 27.244 hektare dengan periode waktu hingga 2024. (OL-1)

BERITA TERKAIT