03 April 2021, 03:28 WIB

Maritime Hackathon 2021 Hasilkan Ide Kreatif Ekosistem Maritim


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

KOMPETISI kreativitas untuk menciptakan ide dan inovasi di bidang maritim dari TNI AL, Maritime Hackathon 2021 kini memasuki tahap final. Sebanyak 10 tim dengan karya terbaik lolos ke tahap final setelah melewati tahap penjurian kompetisi yang ketat. 

Dalam semifinal Maritime Hackathon 2021 pada 25-26 Maret 2021 lalu, para peserta melakukan coding membangun aplikasi secara live selama 24 jam. Peserta hadir secara online dari seluruh wilayah Indonesia.

Adapun 10 tim terbaik yang lolos ke tahap final yaitu Ceria, tim mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto; Chi Square, tim Badan Pusat Statistik; DelVeloper, tim mahasiswa Institut Teknologi Del Medan; DroneHackers, tim dronehackerd.id Bandung; dan Garamin, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November.

Selanjutnya tim finalis lain yaitu Gas Pol, tim Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan; GeoLabX, tim profesional asal Bandung; Kojor, tim mahasiswa ITB; Nelayanku, tim mahasiswa Telkom University; dan NSC Tech 1, tim NSC Tech Bekasi.

Tim Ceria terpilih jadi finalis setelah menghadirkan aplikasi Terasera. Terasera adalah aplikasi jual beli hasil tangkapan laut, budidaya perairan, dan olahan kelautan yang dapat diakses melalui website secara online.

Tim Chisquare menghadirkan karya bernama SEAPORT. SEAPORT memaksimalkan potensi big data dengan mengintegrasikan pengumpulan dan penganalisisan data crowdsourcing (permasalahan, potensi, dan pencapaian) pada berbagai segi (sosial, ekonomi, dan keamanan nasional) di wilayah pesisir untuk memajukan maritim Indonesia.

Tim DelVeloper menghadirkan karya bernma NELAYAN. NELAYAN merupakan aplikasi berbasis website yang dibangun untuk membantu masyarakat pesisir khususnya nelayan dalam meningkatkan perekonomian dengan menjajakan hasil tangkapan lautnya ke dalam aplikasi yang sangat mudah dan efisien.

Tim Dronehackers menghadirkan karya CAMAR Drone. CAMAR Drone terdiri dari camera NDVI dan Raspbery pi yang dipasang pada drone. Camera NDVI akan mengambil gambar yang akan diproses di Raspbery pi. Kemudian data akan dikirimkan ke Android Phone untuk memprediksi keberadaan ikan.

Tim Garamin menghadirkan karya bernama Garamin. Garamin merupakan aplikasi e-koperasi petani garam yang bertujuan untuk memudahkan petani garam dalam melakukan transaksi, manajemen koperasi garam, dan juga sebagai asisten dalam meningkatkan produktivitas.

Tim Gaspol menghadirkan karya bernama IkanApa. IkanApa merupakan aplikasi terintegrasi yang bertujuan untuk menjadikan nelayan di Indonesia dapat dengan mudah mengenali jenis ikan, melihat harga pasaran, berhubungan dengan konsumen dari produk perikanan tanpa melalui middleman yang terlalu panjang.

Tim profesional asal Bandung, GeolabX menghadirkan karya USV Sea Sensor Monitoring. USV (Unmanned Surface Vessel) sebagai kapal tanpa awak yang dapat dikendalikan dari jarak jauh secara manual ataupun auto pilot bertenagakan baterai dan memiliki multifungsi.

Baca juga : Galang Inovasi Maritim, TNI AL Gelar Maritme Hackathon

Tim mahasiswa ITB, Kojor menghadirkan karya sistem aplikasi web dan aplikasi bernama Ekan untuk sarana jual beli ikan. Nelayan dapat menjual hasil tangkapannya secara langsung ke sarana jual beli yang disediakan bahkan tanpa ada jaringan internet lewat Ekan.

Tim mahasiswa Telkom University membuat aplikasi NelayanKu. NelayanKu merupakan suatu aplikasi berbasis web pasar perikanan yang menghubungkan nelayan dan UMKM olahan seafood di daerah pesisir dengan konsumen di kota.

Tim NSC Tech 1 membuat aplikasi Smart Fish Scale untuk memudahkan nelayan dan pelelangan dalam mengelola hasil tangkapan ikan di mana nantinya pelelangan akan memberikan modal untuk para nelayan.

Ketua Dewan Juri, Agung Toto Wibowo dari Telkom University mengatakan, sejumlah ide kreatif anak bangsa dari berbagai provinsi terekam dalam ajang Maritime Hackathon 2021. Ide-ide itu mensolusikan  berbagai permasalahan kemaritiman seperti cara memasarkan hasil laut.

"Mempromosikan pariwisata, sinergi antara masyarakat pesisir dengan Badan Usaha Milik Desa(BUMDes), monitoring kualitas air dan ide-ide menarik lainnya. Dalam proses penjurian, semua dewan juri sepakat ide-ide peserta menarik dan memiliki potensi dan bisa berdampak dari sisi ekonomi, sosial, maupun pertahanan keamanan," katanya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Kepala Dispotmaral Brigadir Jenderal Nuri Andrianis Djatmika mengatakan,  para finalis adalah 10 terbaik yang terjaring dari proses kompetisi yang ketat. 

"Berbagai solusi aplikasi yang dibangun akan sangat bermanfaat mendukung tugas kami dalam pengelolaan potensi maritim," ujarnya.

Peserta Maritime Hackathon 2021 berasal unsur masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, dan professional dari berbagai daerah se-Indonesia. Aplikasi yang diajukan peserta terdiri dari Mobile Application,  Web Application, Olah-Anlisis Data, dan Internet of Things.

Dispotmar Mabesal bekerjasama dengan Telkom University dan TemanSiswa.com dalam penyelenggaraan PPKM-Maritime Hackathon 2021. Penilaian kompetisi Maritime Hackathon 2021 dilakukan oleh dewan juri dari akademisi, praktisi industri IT, dan anggota TNI AL yang berpengalaman. 

PPKM-Maritime Hackathon 2021 merupakan kompetisi kreativitas menciptakan ide dan inovasi dalam pembentukan karakter maritim yang akan diimplementasi dalam pengembangan beragam produk yang mendukung pengelolaan data dan potensi maritim untuk mendukung sektor edukasi,ekonomi, kesehatan, pariwisata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.

Kegiatan PPKM-Maritime Hackathon 2021 diharapkan mampu menjaring potensi masyarakat yang memiliki kompetensi strategis dan membangun kesadaran maritim di kalangan komunitas Information Communication and Technology (ICT)

PPKM-Maritime Hackathon 2021 merebutkan total hadiah lebih dari Rp100 juta serta berbagai hadiah dari sponsor. Semua rangkaian dan informasi kegiatan terdapat di website hackathonmaritim.id. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT