02 April 2021, 12:15 WIB

Pemerintah Optimistis Desa Wisata Jadi Pandemic Winner


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno optimistis desa wisata akan menjadi pandemic winner seiring perubahan tren wisata pascapandemi. Sebab, wisatawan akan memilih destinasi yang mengedepankan rasa aman, nyaman, bersih, sehat. dan seiring dengan keberlanjutan lingkungan.

“Desa wisata sudah kita tetapkan sebagai program unggulan di tengah pandemi sebagai program yang membangkitkan semangat dalam kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, langsung menyentuh ekonomi masyarakat. Program ini dapat menjadi bukti yang jelas bahwa parekraf siap untuk bangkit kembali,” kata Sandiaga dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (2/4).

Sandiaga menambahkan, segmentasi pariwisata ke depan akan lebih kepada personalize, customize, localize, dan smaller in size.

Baca juga: Ketua Satgas: Jatim Tingkatkan Pemeriksaan Pintu Masuk Luar Negeri

Personalized, menurutnya, merupakan kondisi saat wisatawan akan lebih memilih jenis pariwisata pribadi atau hanya dalam lingkup keluarga.

Kemudian customize merupakan kondisi kala pelancong akan berwisata dengan pilihan minat khusus seperti wisata berbasis alam.

Localize, yakni wisatawan akan lebih memilih destinasi yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sementara smaller in size adalah pariwisata dengan jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata yang tidak terlalu masif.

Semua konsep tersebut dikatakan Sandiaga sangat cocok dan dapat diterapkan di desa wisata.

“Saya yakin pascapandemi kunjungan ke desa wisata akan meningkat. Wisatawan akan lebih memilih destinasi ke tempat terbuka dan salah satunya adalah desa wisata,” kata Sandiaga.

Untuk itu, ia mendorong agar masyarakat, dalam hal ini pengelola desa wisata, untuk terus mempersiapkan diri dalam meningkatkan kapasitas terutama dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Desa Wisata Lerep dikatakannya dapat menjadi contoh dalam pengembangan konsep tersebut ke depan. Desa Wisata Lerep, selama ini, telah menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Bahkan desa wisata yang berada di Kecamatan Ungaran Barat ini telah tersertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan oleh Kemenparekraf.

Salah satu daya tarik unggulan dari desa wisata ini adalah pasar kuliner zaman dulu atau “zadul” yang menghadirkan makanan khas lokal. Selain itu juga tradisi tahunan seperti Iriban yang selalu menyedot minat wisatawan.

“Kemenparekraf akan terus memberi pendampingan, seperti peningkatan kapasitas SDM termasuk pendampingan dalam menciptakan paket wisata dengan menghadirkan travel pattern yang akan memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan serta meningkatkan lama tinggal,” imbuh Sandiaga.

“Termasuk pendekatan big data dengan penggunaan media sosial untuk menangkap minat dari masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata,” sambungnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya mendukung Kemenparekraf untuk menjadikan pengembangan desa wisata sebagai salah satu program utama. Salah satunya dengan peningkatan aksesibilitas agar wisatawan dapat lebih menjangkau desa-desa wisata.

Dia berharap pengelola desa wisata dapat melakukan adaptasi di era adaptasi kebiasaan baru.

“Kalaupun dibuka (menerima wisatawan), bisa dibuat terbatas dulu dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan pihak terkait lainnya,” tutur Ganjar. (OL-1)

BERITA TERKAIT