01 April 2021, 19:07 WIB

KLHK Susun Konsep Baru Penghargaan Adipura


Atalya Puspa | Humaniora

ADANYA  pandemi covid-19 membuat penghargaan Adipura pada 2020 ditiadakan. Namun, bukan berarti pembinaan terhadap daerah-daerah dalam pengelolaan sampah dan lingkungan menjadi terhenti. 

Dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati, penghargaan Adipura akan tetap ada. Saat ini KLHK masih berproses untuk membina 514 kabupaten/ kota di Indonesia untuk memenuhi klasifikasi yang telah ditetapkan oleh KLHK. 

"Berdasarkan Peraturan Dirjen PSLB 3 tahun 2020, kami betul-betul ingin melakukan pembinaan secara terarah. Jadi kali ini memang berbeda dengan adipura yang lalu. Kalau dulu yang dapat itu-itu saja, kemudian daerah di Indonesia Timur tidak bisa mengikuti, kami akan lakukan pembinaan untuk meningkatkan klasifikasi daerah," kata Vivien dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, Kamis (1/4). 

Adapun, fokus pembinaan yang dilakukan terhadap 514 kabupaten/kota di Indonesia diantaranya penyusunan kebijakan strategi daerah (jakstrada) terkait pengelolaan sampah, teknis pengelolaan sampah pada pembuangan akhir, serta penyediaan ruang terbuka hijau. 

Vivien menyebut, nantinya daerah-daerah akan dikelompokkan menjadi lima klasifikasi. Secara umum, klasifikasi tersebut meiputi adanya jastrada, kapasitas pengelolaan sampah, sanitary landfill, serta ruang terbuka hijau. 

Baca juga : KLHK Laksanakan Penganugerahan Adipura dengan Format Baru

"Untuk kota yang masuk ke klasifikasi 1 tentunya sudah menyusun jastrada, sanitary landfill baik, pengelolaan sampah lebih besar 70%, dan ruang terbuka hijau 20%. Saat ini belum ada kota yang masuk ke dalam klasifikasi 1. Kalau klasifikasi 2, ada 114 kota yang masuk. Ini kita akan terus tingkatkan klasifikasi daerah-daerah di Indonesia agar menjadi suistanable city," beber Vivien. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan Adipura Sarwono Kusumaatmadja mengungkapkan, penghargaan adipura akan dilaksanakan kembali apabila data-data baru terkait dengan pengelolaan sampah dan lingkungan di daerah-daerah pada 2020 sudah terkumpul. 

"Babak baru adipura ini harus disertai dengan penyempurnaan organsiasia dan juga mengupdate semua itu dengan perkembangan terakhir di bidang kebijakan publik. Tapi saya kira saat ini prioritas kita masih dicurahkan kepada wabah dahulu," ungkapnya.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar. Ia menyatakan, sebelum dibukanya kembali penghargaan Adipura, pihaknya akan membuat komitmen dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan klasifikasi daerahnya masing-masing. 

"Sampai seperti itu pembinaan yang kita lakukan. Kita akan melakukna bimbingan intensif. Sehingga pada saatnya mengalami perubahan kita sudah siap. Idealnya 514 kabupaten/kota kita minimal masuk klasifikasi 2. Baru dengan demikian terwujud target SDG's sebagai suistanable city," pungkas Novrizal. (OL-7)

BERITA TERKAIT