31 March 2021, 13:45 WIB

KNKT Gunakan Kapal Penghisap Lumpur Temukan CVR Sriwijaya Air


Insi Nantika Jelita | Humaniora

SETELAH melakukan pencarian selama kurang lebih tiga bulan, cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 berhasil ditemukan oleh tim pencari pada Selasa (30/3) malam pukul 20.05 WIB. Diketahui, pesawat Boeing B737-500 registrasi PK-CLC terjatuh ke perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari silam.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, pihaknya menggunakan metode dredging atau pengerukan dengan kapal penyedot lumpur TSHD King Arthur 8 di kedalaman laut Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Kami menggunakan kapal penghisap lumpur, TSHD, (di) area 90x90 meter persegi. Kapal TSHD ini ada penyedot lumpur seperti vacuum cleaner. Di area sana banyak lumpurnya," jelas Soerjanto dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (31/3).

Dia menuturkan, kotak hitam CVR pesawat itu sudah tertutup lumpur dengan puing-puing pesawat selama 1,5 bulan yang mengendap di dasar laut. Sementara itu, kotak hitam berupa flight data recorder atau FDR sudah ditemukan tim SAR gabungan.

Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Henri Alfiandi menyatakan akhirnya CVR ditemukan dengan menggunakan kapal DSHD. "Ini bukti kami tidak main-main dan kami bisa diandalkan dalam penyelesaian masalah jatuhnya pesawat," papar Henri, Rabu (31/3).

"Tanpa bantuan dari seluruh pihak, mustahil kami bisa menemukan black box. Salah satu semangat yang kami dapat yaitu support dan doa dari masyarakat," ucap Soerjanto. (Ykb/OL-14)

BERITA TERKAIT