30 March 2021, 12:05 WIB

Bekali Ibu-ibu Indonesia agar Lebih Tangguh di Masa Pandemi


Mediaindonesia.com | Humaniora

SATU tahun sudah Indonesia dilanda pandemi covid-19. Dalam kurun waktu itu berbagai kebijakan dilakukan pemerintah untuk mencegah meluasnya penyebaran virus korona.

Saat ini selain program vaksinasi yang dijalankan, pemerintah juga masih membatasi pergerakan masyarakat. Kebijakan itu di satu sisi memang berhasil menekan penyeran virus, namun kini kini muncul masalah baru yakni tingginya angka orang yang terkena stress, terutama di kalangan perempuan atau ibu-ibu.

Baca juga: Selamatkan Anak Bungsu, Seorang Ibu Ikut Terjebak Kebakaran

Di masa pandemi ini peran ibu memang menjadi kian penting. Mulai dari menjadi garda terdepan penjaga kesehatan keluarga, pengelola keuangan, hingga memastikan pertumbuhan dan proses pembelajaran anak tetap berjalan dengan baik.

“Multiperan yang dijalankan para ibu selama pandemi bukanlah hal yang mudah. Terbukti, sebuah studi dari UN Women mengungkapkan sebanyak 57% wanita mengalami peningkatan stres dan kecemasan, akibat bertambahnya beban mengurus keluarga dan juga pekerjaan rumah tangga, serta permasalahan ekonomi1," kata Senior Head of Brand Communications & Content My Baby, Selva Marsentiani dalam acara #Mybabymomversity 2021 dengan tema 'Smart Parenting in Uncertain World', Selasa (30/3).

"Belum lagi ditambah berbagai ketidakpastian yang masih menghantui, seperti kapan pandemi berakhir? kapan sekolah kembali dibuka? bagaimana situasi ekonomi ke depan? Karenanya, kami berharap kehadiran acara ini mampu membantu ibu mengurangi kecemasan," imbuhnya.

“Seorang ibu kerap kali harus bersentuhan dengan berbagai macam tantangan, bahkan sebelum pandemi melanda. Kekhawatiran akan kesejahteraan anak, kurang istirahat, tidak cukup Me Time, serta berbagai permasalahan yang ibu hadapi di saat pandemi jelas membuat ibu semakin kewalahan. Karenanya, kemampuan menyadari pikiran, emosi dan apa yang ibu rasakan secara fisik dan mental pada momen saat ini, adalah kunci agar ibu mampu beradaptasi dan fokus pada apa yang bisa ia kendalikan, bukan pada hal-hal yang belum pasti,” tambah psiokolog, Tiara Puspita, M. Psi.

Tiara menambahkan, ada 3 hal yang dapat ibu lakukan agar bangkit dari situasi krisis yang dihadapi dan tangguh jalani perannya selama masa-masa menantang ini. Pertama, para ibu dapat mengurangi rasa stress dan cemas dengan lebih peduli terhadap dirinya. Selain dengan memanjakan diri, ibu juga bisa melakukan meditasi untuk membuat ibu lebih rileks dan mendapatkan fokusnya kembali. Menempatkan kondisi fisik dan emosional sebagai prioritas, mampu membantu ibu mencapai kebahagiaan serta kesehatan.

Kedua menciptakan keharmonisan keluarga. Ketiga melatih diri untuk menerima situasi yang ada, baik situasi yang dapat diubah dan dikendalikan maupun tidak.

Pada kesempatan yang sama aktris Kimberly Ryder mengatakan selain memulai dengan mencintai diri sendiri, peran support system juga sangat besar dalam membantu seorang ibu mampu mewujudkan kebahagiaannya, sekaligus membuatnya menjadi lebih tangguh dalam menghadapi segala tantangan. "Dukungan orang-orang terdekat, dan belajar menerima situasi melalui pola pikir yang positif, membuat saya dapat melewati segala kesulitan dengan mudah.”

“Ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan untuk memenuhi gizi seimbang yaitu kenali kondisi tubuh, pahami kandungan gizi dari asupan makanan yang di konsumsi dan terapkan pola makan yang tepat. Makanan sehat tidak harus mahal dan melewati proses pengolahan yang rumit. Nutrisi, vitamin, dan mineral yang tepat bisa didapatkan dari bahan makanan sederhana yang diolah dengan cara dan takaran yang tepat. Tak berhenti sampai di situ, menerapkan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan pun diperlukan,” ujar Nutritionist dan Prita Ghozie - Financial Planner.

“Tak ada kata terlambat. Yang harus mulai dilakukan oleh ibu adalah menyusun rencana keuangan yang baik dan mengetahui komposisi yang tepat, serta disiplin dalam penerapannya”, imbuhnya.

“Harapan ke depannya, program ini bisa menjadi wadah pengembangan diri andalan ibu, sekaligus membuat ibu terus teredukasi sehingga mampu jalani peran di situasi apapun. Setelah berhasil melewati satu tahun pandemi, saat ini merupakan kesempatan bagi ibu untuk menumbuhkan ketangguhan yang lebih kuat. Kami yakin, ibu akan lebih siap mentolerir ketidakpastian dan lebih tangguh mengembangkan strategi untuk memecahkan masalah,” ujar Selva. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT