30 March 2021, 11:11 WIB

Terus Diburu, Populasi Harimau dan Gajah Sumatra Mengkhawatirkan


Basuki Eka Purnama | Humaniora

JUMLAH populasi Harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) dan Gajah Sumatra (elephas maximus sumatranus), saat ini, hanya mencapai ratusan ekor dan jumlah populasi kedua satwa dilindungi tersebut mengkhawatirkan akibat perburuan liar yang marak terjadi belakangan ini.

"Populasi kedua satwa dilindungi tersebut sudah sangat turun," kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sustyo Iriyono, usai ekspos kasus di Mapolda Jambi, Selasa (30/3).

Data yang dimiliki oleh KLHK, jumlah Harimau Sumatra, pada saat ini, lebih kurang 600 ekor, sedangkan Gajah Sumatra, jumlah populasinya tidak
sampai 700 ekor. Hal itu berdasarkan data sampai 2019.

Baca juga: Luas Hutan di Pulau Jawa Tinggal 24%

"Ini menunjukkan kepada kita semuanya, bahwa populasi kedua satwa ini wajib kita lindungi dan kita jaga supaya populasinya bisa bertahan paling tidak kalau bisa bertambah," kata Sustyo.

Ia menjelaskan, selama dua tahun terakhir, populasi kedua satwa tersebut mengalami peningkatan. Namun, apabila pemburuan liar terus dilakukan, bisa jadi suatu saat populasi kedua satwa tersebut berkurang bahkan bisa punah.

Menurut Sustyo, kedua kedua satwa ini memiliki sisi ekonomis. "Tetapi harus dipahami di samping nilai ekonomis ada nilai ekologis."

Nilai ekologis Harimau Sumatra itu dikalkulasikan sekitar kurang Rp1,2 miliar per ekor sedangkan untuk Gajah Sumatra Rp3,5 miliar per ekornya.

"Bisa dibayangkan yang menanggung kerugian kita semuanya karena kita bagian dari ekologi," kata Sustyo.

Dirinya berharap pelaku perburuan liar yang sudah ditangkap bisa dikembangkan terus sehingga ada banyak pelaku yang kemungkinan punya andil juga oleh kejadian ini bisa terungkap. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT