27 March 2021, 14:53 WIB

Metro TV Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk 250 Santri


Pudja Lestari | Humaniora

SEBAGAI  rangkaian acara Metro TV Berbagi, Metro TV menggelar pelatihan jurnalistik untuk 250 santri di Pondok Pesantren Al Ittihad, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (26/3). 

Pelatihan Jurnalistik di aula pondok pesantren Al Ittihad tersebut digelar dengan protokol kesehatan yang ketat dengan membatasi jumlah peserta, yaitu hanya 250 dari 3.000 jumlah total santri. 

Seluruh peserta pelatihan jurnalistik wajib menjaga jarak dengan peserta lain dan memakai masker selama pelatihan diselenggarakan. 

Selain memperkenalkan jurnalis sebagai salah satu pilihan profesi, pelatihan ini jiga digelar dengan tujuan meningkatkan literasi media para santri. Tujuannya agar para santri dapat bijak dalam memilah informasi dan membedakannya dengan berita bohong atau hoaks. 

Pelatihan Jurnalistik yang menghadirkan tiga narasumber yang berpengalaman di bidangnya ini dipandu langsung oleh Fifi Aleyda Yahya, presenter kondang Metro TV. 

Materi pelatihan pertama dibawakan oleh Head of Media Academy Andi Setia Gunawan yang membagikan pentingnya verifikasi dalam pekerjaan jurnalistik. 

"Jurnalis tidak akan membagikan informasi apabila informasi tersebut belum terverifikasi kebenarannya," ujar Andi. 

Materi pelatihan selanjutnya dibagikan langsung oleh jurnalis senior, Budiyanto yang saat ini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Medcom.id. 

Budiyanto membagikan suka duka serta pengalaman sebagai juru kamera, yang dituntut untuk menyampaikan informasi dengan gambar yang berbicara di segala situasi. 

Baca juga: Kerja Jurnalistik Dilindungi Undang Undang

Materi pelatihan jurnalistik selanjutnya disampaikan oleh Mohammad Mirdal Akib sebagai CEO Media Group yang memberikan motivasi kepada peserta untuk berani bermimpi besar. 

"Ada lima langkah yang dapat kita tempuh untuk menggapai cita-cita. Yang pertama ialah berani bermimpi besar, nothing is impossible" ujar Mirdal dalam paparannya. 

Pemimpin Pondok Pesantren Al Ittihad, KH Khamali Abdul Ghani mengaku terbantu dengan adanya pelatihan jurnalistik ini. Ia menyebut literasi media sangat dibutuhkan oleh generasi muda yang mudah terpapar oleh banjirnya informasi dari berbagai media. 

"Dengan literasi media yang cakap, diharapkan santri dapat mempunyai filter otomatis dalam mengkonsumsi media," tuturnya. 

Tidak hanya itu, lanjut dia pelatihan jurnalistik ini juga diharapkan mampu membantu meningkatkan kemampuan linguistik para santri. Hal itu diharapkan dapat menunjang profesi pendakwah serta penulis yang menjadi pilihan profesi populer di antara para santri. (A-2)

 

BERITA TERKAIT