27 March 2021, 14:24 WIB

Tren Kualitas Air Sungai di 34 Provinsi Alami Perbaikan


mediaindonesia.com | Humaniora

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengungkapkan, hasil pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap kualitas air di beberapa sungai yang tersebar di 34 provinsi tahun 2020, menunjukkan bahwa tren kualitas air sungai mengalami perbaikan jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2019 sungai dengan status memenuhi kelas II PP 82 tahun 2001 sebesar 5,11% dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 9,63%, sementara status cemar berat mengalami penurunan dari 53,28% pada atahun 2019 menjadi 42,59% pada tahun 2020.

Penilaian Menteri LHK Siti Nuraya tersebut dikemukakan saat memberikan sambutan pada acara peringatan “Hari Air Dunia” yang diadakan di  halaman Kantor Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) Jalan Penjernihan I, Pejompongan di atas Sungai Ciliwung Ruas Pejompongan, depan Pemakaman Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (27/3). 

Hadir dalam acara ini Dirjen PPKL KLHK, M.R Karliansyah, Plt. Dirjen PDASRH KLHK Helmi Basalamah, Kepala Dinas LH Prov. DKI Jakarta (mewakili Gubernur DKI Jakarta), Ketua Gerakan Ciliwung Bersih beserta seluruh Komunitas Peduli Ciliwung, Direktur Utama PT. Indonseia Power, dan Dirut PD. PAL Jaya.

Pada  2021 Hari Air Dunia mengambil tema “Valuing Water”, tema ini memberi makna begitu pentingnya air sebagai sumber kehidupan sehingga memberikan kesempatan bagi kita untuk memperhatikan dan menghargai air. Semua orang berhak untuk mendapatkan akses air bersih.

Menurut Siti Nurbaya, meningkatnya kualitas air ini tentunya berkat kerjasama seluruh pemangku kepentingan baik masyarakat, pelajar/mahasiswa, komunitas peduli sungai, pemerintah dan pemerintah daerah, maupun pelaku usaha dan/atau kegiatan. 

“Meskipun status mutu air sungai mengalami kenaikan, namun masih perlu ditingkatkan sehingga seluruh sungai di Indonesia memenuhi paling tidak kelas II PP 82 tahun 2001. Untuk itu saya mengajak seluruh pihak untuk berperan secara aktif, bahu membahu, dan bergotong royong dalam keterpaduan langkah, melakukan perbaikan kualitas air sungai, untuk mewujudkan keadilan dalam memperoleh air bersih dari hulu sampai ke hilir sungai,” papar Menteri Siti.  

Hal ini, lanjut Menteri Siti, sejalan dengan  mandat yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk melakukan perbaikan kualitas air sekurang-kurangnya pada 15 sungai prioritas, termasuk sungai Ciliwung, guna menyediakan keadilan, keterjangkauan, dan keberlanjutan ketersediaan air dalam mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan ekonomi negara  Indonesia.

Tidak mudah

Di sisi lain, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, perbaikan kualitas air sungai untuk  mewujudkan kualitas air yang bersih dan memenuhi standar untuk air baku air minum  tidaklah mudah, perlu dilakukan langkah konkrit mulai dari meningkatkan peran serta masyarakat  serta seluruh pemangku kepentingan.

Gerakan Ciliwung Bersih merupakan salah satu contoh keterlibatan masyarakat dalam perbaikan kualitas air sungai Ciliwung, dan dengan terbentuknya beberapa komunitas yang peduli sungai Ciliwung akan menyebarkan virus yang baik ke komunitas-komunitas penggerak lingkungan di beberapa sungai di Indonesia. 

Terkait dengan hal-hal tersebut di atas, Menteri LHK memberi apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Gerakan Ciliwung Bersih yang telah berinisiatif mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungaim juga kepada masyarakat dan pelaku usaha yang ikut serta membantu program Ciliwung bersih.. 

Adapun Dirjen yang akan menangani Ciliwung adalah  Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, serta Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim

Siti Nurbaya sangat berhadap gerakan-gerakan untuk memotivasi kelompok-kelompok pecinta sungai, bukan hanya terbatas pada sungai Ciliwung, tetapi juga terhadap sungai-sungai lainnya di Indonesia.

Menteri Siti  juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam berpola hidup efisien terhadap penggunaan sumberdaya, serta pengelolaan sampah yang benar, dan penerapan prinsip-prinsip 3R (Reduce-Reuse-Recycle) dalam bentuk pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.  Pola ini akan sangat membantu dalam mengurangi potensi tim

Sementara Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), KLHK), M.R. Karliansyah mengatakan, saat yang tepat pada peringatan Hari Air Dunia 22 Maret 2021 ini digunakan introspeksi.

"Intropeksi untuk bersama-sama mengubah perilaku masyarajat Indonesia dalam memperlakukan air sebagai aset yang sangat berharga bukan saja bagi generasi saat ini tetapi juga generasi-generasi  mendatang," jelasnya.

“Air adalah sumber dari segala sumber kehidupan. Mari kita kita jaga dan pelihara untuk keberlanjutan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Karliansyah. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT