22 March 2021, 19:05 WIB

SNMPTN 2021, Persaingan di Teknik Informatika Unpad Paling Sulit


Zubaedah Hanum | Humaniora

HASIL seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2021 telah diumumkan. Teknik Informatika Universitas Padjadjaran duduk sebagai peringkat pertama program studi dengan persaingan paling sulit (terketat).

"Tingkat keketatan 1 berbanding 100 (1,00%)," sebut Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih, dalam telekonferensi di Jakarta, Senin (22/3).

Keketatan persaingan adalah tingkat perbandingan antara jumlah siswa yang diterima dan jumlah siswa yang mendaftar. Makin kecil persentasenya, makin ketat pula program studi yang bersangkutan, karena itu artinya makin sedikit yang diterima di prodi ini.

Pada SNMPTN 2020, prodi Teknik Informatika Unpad juga menjadi prodi dengan tingkat persaingan paling sulit dengan rasio 1,20%.

Dilansir dari laman Unpad, prodi Teknik Informatika (TI) masuk dalam Fakultas MIPA yang memiliki akreditasi A. Program Studi Teknik Informatika, dan telah mendapat persetujuan Dikti dengan SK Mendikbud Nomor: 305/E/O/2011 tanggal 21 Desember 2011.

Prodi ini bertujuan menghasilkan lulusan yang mampu menyerap, mengaplikasikan, dan mengembangkan TI dengan kompetensi utama rekayasa perangkat lunak, meliputi 4 peminatan studi yaitu sistem informasi, jaringan komputer dan komunikasi data, sistem cerdas dan grafika komputer, serta komputasi dan metode numerik.

Setelah Teknik Informatika Unpad, prodi terketat SNMPTN 2021 adalah prodi Farmasi di Universitas Sebelas Maret dengan keketatan 1 banding 91. "Luar biasa keketatannya,” timpal Nasih lagi.

Di peringkat ke-3, prodi Keperawatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tercatat memiliki keketatan persaingan 1 berbanding 80.

Selanjutnya, prodi Farmasi Universitas Syiah Kuala dengan keketatan 1 berbanding 79 ada di peringkat ke-4 dan Farmasi Universitas Padjadjaran dengan tingkat keketatan 1 berbanding 77 di peringkat ke-5.

Peringkat ke-6 ditempati oleh program studi Farmasi Universitas Diponegoro dengan perbandingan 1 berbanding 75 dan peringkat ke-7 prodi Gizi Universitas Pendidikan Indonesia dengan perbandingan 1 berbanding 70.

Prodi Informatika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan keketatan 1 berbanding 68 duduk di peringkat ke-8 dan prodi Farmasi Universitas Negeri Semarang dengan keketatan 1 berbanding 47 ada di peringkat ke-9, dan prodi psikologi Universitas Padjadjaran dengan keketatan 1 berbanding 48 di peringkat ke-10.

Tahun ini, LTMPT menyatakan, sebanyak 110.459 siswa dinyatakan lulus SNMPTN pada 126 PTN/Politeknik Negeri maupun 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Dari jumlah itu, sebanyak 80.555 adalah peserta reguler dan 29.904 siswa sebagai pelamar KIP Kuliah (calon penerima bantuan biaya pendidikan tinggi dari pemerintah). (Ant/H-2)

 

BERITA TERKAIT