21 March 2021, 15:05 WIB

IPB: Racikan Sidaguri, Seledri dan Tempuyung Ampuh Obati Asam Urat


Zubaedah Hanum |

ASAM urat yang secara ilmiah dinamakan goat muncul akibat kandungan kadar asam urat dalam darah yang melampaui batas normal. Asam urat yang berlebihan akan terakumulasi dalam darah sebagai kristal berbentuk jarum dan menyebabkan rasa nyeri pada persendian. Umumnya perempuan lebih berisiko terkena asam urat.

Prof Dyah Iswantini, Guru Besar IPB University dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengungkapkan ada beberapa tanaman herbal yang  memiliki khasiat sebagai obat penyembuh asam urat.

"Tanaman herbal lokal seperti sidaguri, kaya akan kandungan alkaloid dan tanin dan berkhasiat sebagai obat diuretik dan analgesik. Dengan tambahan seledri dan tempuyung, obat asam urat herbal tersebut bahkan dapat bersifat sama seperti allopurinol yang dapat menghambat enzim xanthin oksidase," jelasnya dilansir dari laman IPB, Minggu (21/3).

Sidaguri atau dikenal juga dengan nama seleguri adalah tanaman perdu dengan bunga berwarna kuning dan akarnya bisa dijadikan obat. Di Indonesia, sidaguri dikenal dengan sebutan guri, saliguri (Minangkabau), sidaguri (Melayu), sidaguri/otok-otok (Jawa Tengah), sidagori/sadagori (Sunda), tagghuri (Madura), kahindu (Sumba), selegui (Bali Aga), dikira/hutu gamo (Halmahera), digo (Ternate), daun pantat ayam (Alor).

Saat ini, strategi pengobatan yang dapat dilakukan umumnya secara kimia dengan bantuan obat golongan urikosurik ataupun urikostatik seperti allopurinol sebagai penghambat pembentukan asam urat.

Namun, menurut Prof Dyah, terdapat beberapa efek samping bila dikonsumsi dalam jangka panjang, seperti demam bahkan pembentukan batu ginjal. Walaupun prevelansi penyakit sendi di Indonesia semakin menurun, namun harus tetap diwaspadai.

“Peningkatan penyakit goat sering bersamaan juga dengan obesitas dan penuaan, sehingga perlu ditekankan pengembangan strategi pencegahan dan penanganan goat tersebut,” ungkapnya .

Pemanfaatan sidaguri sebagai obat herbal asam urat dinilai menjadi alternatif yang aman bagi kesehatan. Hal yang paling penting, sergahnya, produk tersebut telah memenuhi aspek jamu yang baik dan terbuat dari bahan baku terstandarisasi.

"Terlebih lagi pemerintah telah mencanangkan saintifikasi jamu yang hanya difokuskan pada empat penyakit, salah satunya asam urat," ungkapnya.  

Ia menyampaikan, hasil penelitian obat anti goat telah melalui proses yang panjang sejak 2003 lalu. Hasil uji in vitro dan in vivo formulasi obat anti goat dan dibandingkan dengan allopurinol pun tergolong mengesankan. Uji toksisitas akut pun menunjukkan formula yang diuji hampir tidak toksik sehingga aman dikonsumsi.

“Penurunan kadar asam urat dengan formulasi jamu anti goat dinilai setara bahkan melebihi allopurinol,” sebutnya.

Saat ini, terang Prof Dyah, produk komersial anti goat tersebut telah mendapatkan dua hak paten dan beberapa penghargaan seperti “Widyasilpawijana” Duta IPTEK dan “Best Research” dari Ristek Kalbe Science Awards.  

Namun, obat herbal anti goat dengan mekanisme inhibisi kompetitif tersebut masih pada tahap hilirisasi dan perlu penelitian lanjutan dalam waktu dekat. Dalam waktu kurang lebih dua tahun diharapkan dapat dikomersialkan.

Prof Arif Satria, Rektor IPB University mengatakan bahwa Indonesia perlu mewujudkan kedaulatan obat-obatan. Indonesia masih memiliki tantangan untuk memproduksi obat sendiri yang bergantung pada sumber daya alam lokal yang sangat berpotensi. Tugas cendikiawan yakni harus menganalisis penggunaan tanaman herbal lokal yang digunakan masyarakat dengan efektivitasnya secara saintifik.

Dikutip dari laman Biofarmaka IPB University, sidaguri memiliki nama latin Sida rhombifolia l. Karena dianggap tanaman liar oleh masyarakat, tanaman ini jarang digunakan.

Namun berdasarkan pengetahuan turun temurun, sidaguri digunakan untuk mengobati radang. Selain itu, herbal sidaguri mempunyai aktivitas antioksidan dan dapat menghambat pertumbuhan sel tumor, sebagai antimikrob dan dapat memperbaiki kekurangan kalsium dalam tubuh.

Sidaguri juga berkhasiat sebagai antiinflamasi, antigout (antiasam urat), obat mencret, disentri, sakit kuning dan sakit gigi. (H-2)

BERITA TERKAIT