20 March 2021, 21:15 WIB

Desain Struktur Bangunan di Jepang sudah Tahan Gempa


Suryani Wandari Putri Pertiwi |

GEMPA berkekuatan 7,2 mengguncang pantai timur laut Jepang, Sabtu (20/3), 18.09 waktu setempat. Pusatnya di perairan Pasifik lepas pantai Miyagi dengan kedalaman 60 kilometer.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryonio mengatakan episenter gempa ini terletak pada koordinat 1414° Bujur Timur dan 38.53" Lintang Utara. "Tepatnya di laut pada jarak 27 km timur laut Kota Ishinomaki dengan kedalaman dangkal yaitu kurang lebih 4 kilometer," tulis Daryono dalam keterangan resminya di media sosial Instagram.

Ia melanjutkan, gempa ini memiliki mekanisme sumber berupa sesar naik (thrust fault) yang berasosiasi dengan sumber gempa megathrust pada Subduksi Lempeng Pasifik yang menghunjam ke bawah Jepang. Menurutnya, dampak gempa ini di Miyagi Prefecture guncangannya mencapai skala intensitas VI-VII MMI.

Namun tak ada bangunan yang rusak. "Karena struktur bangunan di wilayah tersebut dibangun berdasarkan standar bangunan tahan gempa. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan," katanya.

Meskipun sebelumnya gempa ini dinyatakan berpotensi tsunami akan tetapi catatan pada tide gauge di Ofunato Station pada Prefektur Iwate menunjukkan tidak ada anomali tinggi muka laut yang berarti tidak terjadi tsunami. "Masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir karena gempa Ishinomaki Jepang ini karena tidak berdampak di lndonesia," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT