19 March 2021, 09:05 WIB

Bansos PKH untuk Ibu Hamil dan Balita, belum Sasar Anak Stunting


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

PROGRAM Keluarga Harapan (PKH) telah mengalokasikan anggaran bantuan sosial komponen kesehatan untuk ibu hamil dan anak balita masing-masing sebesar Rp3 juta per tahun. Belum secara khusus dialokasikan pada anak stunting.

"Bantuan bisa dimanfaatkan untuk transportasi mengakses layanan kesehatan, membeli makanan bergizi dan kebutuhan perlengkapan kesehatan seperti vitamin," kata pranata Humas Muda pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Alex Triyono kepada Media Indonesia.

Pada tahap I/2021, jelas Alex, bansos PKH dua kelompok itu akan diberikan untuk 52.487 ibu hamil dan dan anak usia dini sebanyak 2.666.568 orang.

"Hal itu dilakukan dengan harapan anak yang lahir dalam kondisi sehat dan ketika masih masa balita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik," pungkasnya.

Ke depan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Muhadjir Effendy meminta agar anak stunting dimasukkan dalam program prioritas bansos. Sebab, dari pantauannya di lapangan, masih banyak keluarga dengan anak penderita stunting tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos), baik berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun PKH.

"Karena itu, saya sarankan semuanya, keluarga bayi yang stunting harus mendapatkan bansos entah itu BPNT ataupun PKH," ujarnya saat berkunjung ke Kabupaten Nias Barat, Sumatra Utara, seperti dilansir dari laman Kemenko PMK.

Ia mengatakan, bayi kurang gizi atau yang disebut stunting masih menjadi masalah besar. Angkanya yang masih tinggi membuat pemerintah terus mengupayakan penurunan hingga 14% hingga 2024 mendatang. (H-2)

BERITA TERKAIT