17 March 2021, 15:05 WIB

Menkes Khawatir Jumlah Kunjungan Puskesmas Turun Drastis


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

SEJAK pandemi covid-19 jumlah kunjungan masyarakat di fasilitas layanan kesehatan primer atau tingkat pertama terjadi penurunan cukup drastis. Kementerian Kesehatan mencatat beberapa penurunan terjadi pada angka kunjungan pasien ke puskesmas hingga 83,6%. Tak hanya itu, 43% puskesmas meniadakan pelayananan posyandu dan 56,9% puskesmas juga mengalami penurunan cakupan imunisasi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, kemarin. Kondisi ini diakui Menkes cukup mengkhawatirkan terutama capaian program imunisasi balita yang akan sangat menentukan kesehatan dari anak-anak di masa yang akan datang.

Kondisi lainnya, hanya 68,7% puskesmas yang melakukan kunjungan rumah balita stunting yang mana berarti ada penurunan 32% dari kunjungan sebelum covid-19. Begitupun dengan kunjungan ke rumah ibu hamil yang menurun hingga 32%, dan puskesams yang tidak membuka layanan tidak sesuai seperti sebelum pandemi ada 28%.

Untuk dapat memastikan pelayanan kesehatan tetap hadir walaupun terjadi keterbatasan di masa pandemi, Budi mengatakan, pemerintah atau Kemenkes dalam hal ini telah meresponsnya dengan mengeluarkan kebijakan yang semaksimal mugkin bisa mengatasai kekurangan tersebut.

"Secara garis besar menjadi dua hal. Pertama diperlukan adanya protokol kesehtan baru, bagaimana layanan kesehatan dasar bisa tetap dilakukan di masa pandemi tapi dengan protokol kesehtan baru yang membuat baik yang dilayani maupun yang melayani merasa nyaman dalam pelayanan tersebut," ujarnya.

Kedua, lanjutnya, melakukan tata kelola dan kordinasi pada priortas layanan esensial, optimalisasi layanan kesehatan,  menyusun arus pasien aman dan efektif sehingga pasien tak perlu ragu datang ke puskesmas, optimalisasi tenaga kesehatan.
"Kami sudah memastikan ketersediaan alat pelindung diri, masker dan sarung tangan dalam menjaga kualitas layanan esensial kesehatan di puskesmas, kita juga sudah memperkuat strategi komunikasi untuk penggunaaan esensial ini," kata Menkes.

Ia melanjutkan, pihaknya juga sudah mencoba memanfaatkan semaksimal mungkin platform digital dalam melanjutkan layanan esensial di puskesmas, termasuk memberlakukan beberapa peraturan dan surat edaran terkait penggunaan platform digital seperti telemedicine selama pandemi covid-19.

Budi berharap kehadiran telemedicine dapat membuka akses pelayanan kesehatan di masa pandemi tanpa memperbesar resiko penularan covid-19. Lingkup telemedicine, katanya, juga sudah dikonsultasikan dan disosialisasikan kepada stakeholders sehingga dapat dievaluasi efektifitas penggunaan layanan telemedicine untuk memastikan palayanan kesehatan dasar ke masyarakat.

"Kita juga menyadari dari inisiatif digital ini perlu catatan digital yang terintegrasi berbasis manusia atau pasien. Itu akan menjadi fokus kerja kita di masa datang terutama jika ada pandemi lain yang akan datang," pungkasnya.(H-1)

BERITA TERKAIT