11 March 2021, 12:10 WIB

Gelatin Buatan IPB Ini Halal Loh! Didapat dari Kulit Ikan


Zubaedah Hanum | Humaniora

INDONESIA sebagai negara maritim memiliki potensi perikanan yang besar. Umumnya, industri perikanan hanya memanfaatkan daging ikan serta meninggalkan by product (hasil samping) seperti kulit, tulang sisik dan gelembung renang.

Mala Nurilmala, dosen IPB University dari Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan melihat ini sebagai peluang lalu ia mencoba mengembangkan kulit ikan menjadi gelatin.

Pasalnya, pemanfaatan gelatin sendiri cukup luas mulai dari produk pangan hingga nonpangan. Untuk pangan misalnya digunakan sebagai emulsifier hingga sebagai bahan baku kapsul. Gelatin juga digunakan pada produk kosmetik.

Setiap tahunnya, kata Mala, permintaan gelatin mengalami peningkatan. Selain itu ketersediaan gelatin hingga saat ini masih bergantung impor.

"Hampir 100% bahan baku kapsul terbuat dari gelatin dan gelatin itu sendiri 100% masih impor. Gelatin yang dapat dari mamalia tentu menimbulkan pertanyaan kehalalannya. Aspek kehalalan menjadi amat penting mengingat Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim," beber Mala seperti dilansir dari laman IPB.

Di Indonesia sendiri, belum berkembang industri gelatin. Bahan baku gelatin umumnya dari mamalia yaitu kulit dan tulang sapi dan babi. Untuk babi tidak mungkin karena tidak halal sementara untuk sapi, kulit dan tulangnya sudah dikonsumsi oleh manusia sehingga raw materialnya mahal.

Pengembangan riset gelatin halal dari kulit ikan ini dilakukan Mala bersama Prof Tun Tedja dan Noviyan Darmawan dari Departemen Kimia, dan Prof Ietje Wintarsih dari Fakultas Kedokteran Hewan. Mereka tergabung sebagai peneliti Halal Center IPB University.

Para peneliti juga menggandeng PT BLST-IPB University dan PT Kapsulindo hingga mendapatkan funding Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Invitasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengembangkan kapsul gelatin.

"Penelitian ini sudah cukup lama dikerjakan dan tidak instan," ungkapnya tanpa merinci sejak kapan penelitian itu dimulai.

Mala menegaskan, gelatin yang dikembangkannya ini merupakan solusi alternatif gelatin impor dan kualitasmua tak kalah dengan gelatin dari mamalia.

"Saya yakin kulit ikan Indonesia lebih unggul karena kulit ikan tropis memiliki karakter gelatin yang mirip dengan mamalia. Kita telah coba buat kapsul dengan gelatin yang kita uji dan dibandingkan dengan yang standar. Perkembangannya, mutu dari gelatin yang kita uji telah sesuai dengan standar. Standar SNI (Standar Nasional Indonesia) atau GMIA (Gellatin Manufacture Institute of America),” jelasnya.

Melalui ide ini berbagai paten sudah diraihnya. Selain itu ia juga sempat mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Melalui penelitian ini pula telah banyak mengantarkan kelulusan mahasiswa baik sarjana maupun pascasarjana.

"Ke depan harapannya kita bisa berkontribusi dalam menyediakan gelatin untuk kebutuhan bersama. Tidak perlu langsung besar, misal IPB University juga banyak pengembangan suplemen tradisional atau herbal, nah kita bisa berkontribusi untuk kapsulnya. Jadi dengan pengembangan gelatin dari by product industri ikan ini bisa menjadi solusi ketersediaan gelatin halal disamping gelatin sapi," tandasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT