09 March 2021, 23:28 WIB

Sandiaga Janjikan Event Musik hingga Olahraga Segera Digelar Lagi


Insi Nantika Jelita | Humaniora

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memastikan, dalam waktu dekata akan segera membuka kembali kegiatan event, mulai dari olahraga, musik, hingga pameran. 

Kepastian tersebut diutarakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno usai bertemu Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, perwakilan Kementerian Kesehatan pada Senin (8/3), terkait rencana tersebut.

"Pak Kapolri memberikan sinyal jika kita patuh dalam prorokol kesehatan dan sudah zona hijau, maka event bisa digelar. Ini menjadi kabar baik bagi pekerja event," kata Sandiaga dalam virtual meeting Media Group dengan Menparekraf, Selasa (9/3).

Menurutnya, izin penyelenggaraan event seperti konser musik misalnya, harus didapat dari persetujuan kepolisian setempat, Tim Satgas Covi-19 masing-masing daerah dan pemerintah daerah (pemda).

"Ini bisa menjadi langkah quick win bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif kita. Di mana 12 juta pekerja dari sektor pariwisata dan 21 hingga 22 juta pelaku ekonomi kreatif yang menggantungkan pekerjaan mereka di sektor itu," tutur Sandiaga. 

Baca juga : 4 Destinasi Ini Jadi Pilot Project Pembukaan Wisman

Dalam keterangan resminya, Menparekraf mengatakan bahwa pihaknya akan meluncurkan calender of events (COE) pada April 2021. Oleh karenanya, dia meminta pelaku usaha parekraf betul-betul berupaya patuh dalam protokol kesehatan, agar event-event yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik. 

"Mudah-mudahan langkah kita dengan memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan, dapat menjadi syarat atau poin yang akan dinilai oleh Kapolri dan jajarannya dalam mendukung terselenggaranya event dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition)," jelas Mantan Politikus Gerindra itu pada Senin (8/3).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusulkan program yang dicanangkan oleh Menparekraf agar bisa dipadukan dengan program pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro pada wilayah-wilayah yang tidak menerapkan program tersebut. 

Ia juga mengusulkan agar industri perhotelan, selain dari pada pengecekan suhu badan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, juga perlu diterapkan 3T (testing, tracing, dan treatment) dan memberlakukan pemeriksaan hasil swab test sebagai syarat menginap di hotel. 

“Hal ini untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung yang datang serta memperlihatkan kepada pengunjung bahwa pihak hotel betul-betul memiliki SOP yang ketat dan disiplin,” pungkas Listyo. (OL-7)

BERITA TERKAIT