08 March 2021, 17:45 WIB

UGM Mundur Dari Penelitian Vaksin Nusantara


Agus Utantoro | Humaniora

FAKULTAS Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) memilih mundur dari penelitian uji klinis vaksin sel dendritic SARS-CoV-2 atau yang dikenal dengan vaksin nusantara. Pengunduran diri tim UGM itu disampaikan dengan surat yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan.

Salah satu alasannya karena selama ini para peneliti UGM yang tergabung dalam tim ini tidak dilibatkan dalam proses uji klinis termasuk dalam proses penusunan protokol.

"Belum ada keterlibatan sama sekali. Kami baru tahu saat itu muncul di media massa bahwa itu dikembangkan di Semarang kemudian disebutkan dalam pengembangannya melibatkan tim dari UGM,� kata Wakil Dekan FKKMK UGM Bidang Penelitian dan Pengembangan, dr. Yodi Mahendradhata, MSc., PhD, Senin (8/3).

Para peneliti UGM, jelasnya, sempat menerima komunikasi informal terkait rencana pengembangan vaksin di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan dan menyatakan bersedia mendukung penelitian yang akan dilakukan. Namun, setelah itu tidak ada lagi komunikasi lanjut terkait penelitian tersebut.

Para peneliti UGM, katanya, bahkan tidak mengetahui jika Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor HK 01.07/MENKES/11176/2020 yang mencantumkan nama mereka beserta posisi yang mereka duduki dalam tim ini.

"Waktu itu belum ada detail ini vaksinnya seperti apa, namanya saja kita  tidak tahu. Hanya waktu itu diminta untuk membantu, ya kami di UGM jika ada permintaan dari pemerintah seperti itu kami berinisiatif untuk membantu," terangnya.

Para peneliti UGM, terangnya, merasa keberatan karena tidak pernah dilibatkan dalam seluruh proses penelitian, bahkan sama sekali belum pernah melihat protokol uji klinis. Karenanya mereka juga tidak dapat memberikan komentar apa pun terkait vaksin yang dimaksud beserta proses penelitiannya.

Selama pandemi COVID-19, FK-KMK UGM sendiri telah terlibat dalam sejumlah penelitian, salah satunya penelitian vaksin merah putih bersama beberapa perguruan tinggi lainnya di bawah konsorsium yang diinisiasi Kementerian Riset dan Teknologi. FK-KMK UGM juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mengawal program vaksinasi yang telah berjalan dan memantau hal-hal yang bisa diperbaiki dari pelaksanaan di lapangan. (OL-15)

BERITA TERKAIT