06 March 2021, 20:26 WIB

Program Link and Match Cetak Sarjana Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja


mediaindonesia.com | Humaniora

DENGAN program link and match, perguruan tinggi diharapkan melahirkan para sarjana yang mampu menerapkan ilmu mereka sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja.

“Karena kita berharap akan lahir sarjana terapan sebagai calon pemimpin-pemimpin Indonesia dan akan memajukan media di indonesia, bukan hanya media maentream, tapi juga media digital,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud  Dr. Wikan Sakarinto, Sabtu (6/3).

Pernyataan Wikan disampaikan saat memberi sambutan sambutan pada Sidang Senat Terbuka XIII Akademi Televisi Indonesia (ATVI) yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu (6/3).

Lebih lanjut Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud mengatakan para sarjana harus menguasai teknologi masa depan yang dibutuhkan industri dan dunia kerja. “Penguasaan teknologi harus menjadi motivasi bagi para wisudawan,” ujarnya .

Wikan mengingatkan bahwa ijazah, IPK (indeks prestasi kumulatif) itu tetapi hanya sebagai permulaan dan yang tak kalah penting hingga akhir hayat adalah memiliki kemampuan soft skills, perilaku, dan karakter.

“Itulah yang siginifikan dan menentukan karier Anda ke depan. Apakah melejit dengan kekampuan  soft skills, critical thinking, leadership, managerial skill timework, atau sebaliknya hanya sekedar ijazah saja akan selamanya landai,” tuturnya.     

Wikan menambahkan,”Tapi saya yakin, lulusan ATVI memiliki soft skills, hardskill yang luar biasa. Karena pembelajaran yang sesunggungnya dimulai dari sini, yakni ketika Anda memasuki dunia kerja.”

Sementara itu Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti)  Wilayah III,Prof Agus Setya Budi, mengatakan, acara Wisuda XII ATVI ini menjadi momentum untuk mempertanggungjawabkan gelar secara moral dan intelektual. Keberhasilan wisuda hari ini  tidak lepas dari peran para ibu dan bapak dosen

“Pendidian adalah salah satu faktor penggerak bangsa karena dapat melahirkan manusia kompeten untuk menghadapi berbagai realitas,” jelasnya.

“Oleh karena itu sektor pendidikan jadi prioritas di tengah persaiangan dunia. Karena itu setiap peserta didik diharapkan mampu untuk mengaplikasikan ilmu sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri,” kata Prof Agus.

Pada kesempatan yang sama Direktur ATVI, Drs. Eduard Depari, MA. M.Sc, mengatakan tantangan pekerjaan masa kini memang lebih berat.

“Karena dalam industri media khususnya di era informasi digital, keterampilan teknis tanpa diimbangi oleh kreativitas untuk menghasilkan produk media yang inovatif, akan membuat banyak tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang tersisih,” paparnya..

Ketua Yayasan Indosiar, Maria Suryani mengatakan,”Sebagai Ketua Yayasan saya bangga, kalian salah satu Misi ATVI, yakni memenuhi kebutuhan tenaga medium televisi yang memiliki kualifikasi akademi telah tercapai.” (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT