06 March 2021, 13:24 WIB

Soal B117, Kemenkes: Belum Temukan Bukti Ilmiah Ini Lebih Ganas


Theofilus Ifan S | Humaniora

JURU bicara vaksinasai covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut pihaknya belum mendapatkan bukti ilmiah terkait mutasi virus covid-19 yang berasal dari Inggris, B117, memiliki tingkat keganasan yang tinggi. Akan tetapi, masyarakat tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kami belum mendapatkan bukti ilmiah bahwa virus mutasi covid-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya dibanding virus covid-19 yang awal," kata Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/3).

Nadia meminta masyarakat tidak panik berlebihan namun tetap waspada. Pasalnya, penularan covid-19 masih terjadi di Indonesia meski belum ada bukti ilmiah soal keganasan B117 di Tanah Air.

"Namun dari beberapa penelitian di negara lain menunjukkan varian virus baru ini lebih cepat menular," terang dia.

Baca juga: Virus Korona B117 Menularkan Dua Kali Lebih Cepat

Nadia menjelaskan mutasi terjadi pada bagian tanduk atau spike virus yang menyerupai buah rambutan. Mutasi menyebabkan virus lebih mudah masuk ke sel sasaran sehingga penularannya lebih cepat.

"Kecepatan penularan mutasi virus tersebut tidak menyebabkan bertambah parahnya penyakit, namun penelitian terus dilakukan," papar Nadia.

Menurut Nadia, vaksin covid-19 yang saat ini dipakai di Indonesia masih efektif melawan B117. Sehingga tidak akan memengaruhi pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Meski begitu masyarakat tetap harus disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun (3M). Kemudian menahan diri tidak bermobilisasi menjelang libur panjang akhir minggu sejak Kamis (11/3) hingga Minggu (14/3).

"Kami imbau dengan sangat untuk menahan diri tidak bepergian dulu," tutur Nadia.(OL-5)

BERITA TERKAIT