06 March 2021, 02:00 WIB

BPOM Diminta Keluarkan Aturan BPA Galon Air Guna Ulang


Widhoroso | Humaniora

DALAM waktu sebulan, lebih dari 50 ribu warganet menandatangani petisi yang dibuat Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) terkait galon air guna ulang yang mengandung BPA. Petisi tersebut meminta Badan Pengawas Obat dan  Makanan (BPOM) agar mengeluarkan aturan label peringatan konsumen galon guna ulang yang mengandung BPA.

Aturan label peringatan ini bertujuan melindungi konsumen usia rentan agar air di dalam galon guna ulang tidak dikonsumsi bayi, balita, dan ibu hamil karena bisa mengganggu pertumbuhan janin.

Ketua JPKL Roso Daras melihat jumlah partisipasi warganet yang ikut menandatangani petisi menunjukkan masyarakat mulai mengerti akan bahaya BPA. Semakin banyak yang mengetahui tentu saja akan semakin banyak bayi, balita dan janin yang terbebas dari paparan BPA.

"Kami mengajukan petisi untuk memberikan Peringatan Konsumen pada label kemasan galon isi ulang yang mengandung BPA," tegas Roso Daras, dalam keterangannya, Jumat (5/3).

Roso Daras mengatakan label peringatan konsumen ini perlu dicantumkan dalam kemasan galon isi ulang BPA. Pasalnya, berdasarkan penelitian ilmiah, BPA berbahaya bagi bayi, balitam dan janin dalam kandungan ibu hamil.

Ia menjelaskan di banyaka negara seperti Austria, Belgia, Swedia, Prancis, Kanada, dan Denmark penggunaan BPA sudah dilarang karena berbahaya. "Bahkan pada Januari 2021 ini, peneliti dari Thailand, AS, dan Jepang merilis bahwa BPA menyebabkan risiko autisme," ungkapnya.

"Karena itu sebaiknya kemasan galon guna ulang atau galon isi ulang diberi label BPA agar tidak di konsumsi bayi, balita, dan ibu yuang sedang hamil," imbuhnya. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT