05 March 2021, 17:39 WIB

Penting Perkuat Riset dan Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana


Faustinus Nua | Humaniora

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mendorong riset dan inovasi penginderaan jauh untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana di Indonesia. 

Pasalnya, pengembangan teknologi tersebut sangat penting untuk mengatasi dampak bencana alam di sejumlah wilayah. 

"Teknologi penginderaan jauh untuk kebencanaan selain kebakaran hutan juga tanah longsor. Ini agar menjadi perhatian lebih selain yang sudah menjadi fokus, seperti banjir," tegas Bambang saat melakukan kunjungan kerja di LAPAN, Jumat (5/3).

Baca juga: Pentingnya Mitigasi Bencana Alam Berbasis Ekosistem

Bambang menekankan riset dan inovasi teknologi penginderaan jauh sangat instrumental. Sejauh ini, berguna dalam pemantauan titik api untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tata kelola lahan, penanggulangan bencana alam, serta mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs).

"Oleh karena itu, riset dan inovasi teknologi penginderaan jauh, yakni Platypus LAPAN, menjadi salah satu Program Prioritas Riset Nasional 2020-2024 yang dikawal oleh Kemenristek/BRIN," imbuhnya.

Platypus merupakan inovasi teknologi penginderaan jauh berupa platform layanan digital, yang memiliki sistem terintegrasi. Dalam hal ini, antara penerimaan data, pengolahan data,dan diseminasi informasi di kementerian atau lembaga (K/L).

Baca juga: Mitigasi Bencana, Banjarnegara Andalkan Alat Deteksi

Adapun Platypus diharapkan berdampak signifikan untuk mencegah kerusakan lingkungan. Hal ini penting lantaran kondisi geografis Indonesia yang berada di wilayah rawan bencana.

Lebih lanjut, Bambang menyebut pemanfaatan teknologi penginderaan jauh harus ditingkatkan. Terutama, dalam upaya pemulihan ekonomi dan penyediaan tata ruang. Untuk pemulihan ekonomi, teknologi itu menyediakan data pertanian, kelautan dan kehutanan.(OL-11)

BERITA TERKAIT