05 March 2021, 16:33 WIB

BPPT Dukung Implementasi Produksi Dalam Negeri di Sektor Teknologi


Siswantini Suryandari | Humaniora

AJAKAN Presiden RI Joko Widodo agar masyarakat mencintai produksi dalam negeri disambut positif oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Mencintai produk dalam negeri juga harus digaungkan di sektor teknologi. Pandemi saat ini telah lahir banyak teknologi buatan dalam negeri yang digunakan untuk penanganan covid-19 Hal itu harus bisa berkelanjutan.

Kepala BPPT Hammam Riza menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah mendorong hasil-hasil inovasi yang diciptakan para peneliti lebih meningkatkan penggunaan bahan dari dalam negeri.

Dorongan untuk menggunakan produk dalam negeri ini, tergambar dalam road to Rakernas melalui webinar pada 4-5 Maret yang fokus pada delapan bidang teknologi ditambah bidang fokus Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) pada 4-5 Maret. Rakernas bertema Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi BPPT Tahun 2021 akan digelar 8-9 Maret mendatang.

BPPT sebagai bagian dari Lembaga Penyelenggara Iptek sangat berkepentingan untuk berperan aktif dalam upaya implementasi P3DN. Merujuk pada kondisi yang ada, BPPT membuat suatu program yang bertujuan untuk mendorong implementasi P3DN dapat berjalan maksimal. 

"Kita harus memiliki semangat dalam P3DN ini. Regulasi sudah lengkap, tinggal bagaimana inovasi diterapkan dalam P3DN. Inovasi bukan hanya untuk teknologi, tetapi juga terhadap business model dari P3DN. Inovasi juga perlu dilakukan di sisi bisnis dan komersialisasi," terang Kepala BPPT, Hammam Riza dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3).

Dalam program P3DN, BPPT melakukan dua pendekatan yaitu pertama pendekatan penguatan ekosistem P3DN dan kedua pendekatan penguatan implementasi P3DN. Penguatan ekosistem dilakukan dengan memperkuat regulasi yang bisa saja dalam rekomendasinya perlu dilakukan revisi ataupun perbaikan. 

Selain itu juga perlu membangun sistem pemantauan implementasi P3DN yang saat ini secara operasional diamanahkan pada Kepmenko Bidang Kemaritiman No 84 Tahun 2019 yang dirasa belum dilengkapi dengan SOP, mekanisme serta infrastruktur untuk pemantauan. 

baca juga: Kebutuhan Implan Tulang Meningkat, BPPT Kembangkan Produk Lokal

Untuk mendorong implementasi P3DN secara langsung, pendekatan kedua yang dilakukan adalah dengan melakukan pendampingan perencanaan, penghitungan dan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang diarahkan dengan upaya P3DN. Aktivitas ini akan dilakukan dalam beberapa sektor, yaitu pada industri proses dan energi, serta sektor industri manufaktur, telematika dan elektronika. 

Untuk mendukung semua itu dalam upaya peningkatan kemampuan pendampingan dan penghitungan TKN mulai dari perencana sampai dengan pelaksanaan diperlukan auditor teknologi. 

"P3DN lebih bicara bagaimana meralisasikan peraturan menjadi betul-betul kemampuan daya saing produk dalam negeri. Di sini bukan hanya teknologi yang butuh inovasi, tetapi cara kita melaksanakan P3DN pun membutuhkan inovasi," pungkas Hammam. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT