04 March 2021, 15:30 WIB

Perkuat Ekosistem Inovasi Nasional, BPPT Bidik 8 Bidang Riset


Faustinus Nua | Humaniora

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar rapat kerja nasional untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional di tahun 2021. Rakernas tersebut sekaligus untuk kembali memperkuat peran BPPT dalam pengkajian dan penerapan teknologi.

Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan bahwa ada 7 peran BPPT. Lembaga tersebut berperan sebagai perekayasa, kliring teknologi dan audit teknologi yang merupakan bagian dari pengkajian. Kemudian juga alih teknologi, intermediasi teknologi, difusi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta komersialisasi teknologi yang adalah peran penerapan.

"BPPT bertanggung jawab untuk menguasai teknologi, mendayagunakan teknologi dan menjamin keberhasilannya. Dan kalau kita lihat peran ini harus dikuatkan melalui ekosistem inovasi," ungkapnya dalam sambutan pembuka Rakornas BPPT, Kamis (4/3).

Menurut Hammam, ada 8 bidang fokus yang akan dikaji dan diterapkan dalam kegiatan BPPT tahun ini. Dimulai dari bidang fokus teknologi kebencanaan, bidang fokus rekayasa keteknikan, bidang fokus kemaritiman, bidang fokus transportasi kesehatan dan pangan, bidang energi, bidang pertahanan dan keamanan serta bidang teknologi informasi dan elektronika.

Untuk mewujudkannya, Hammam menyatakan, hal itu harus diiringi dengan penguatan ekosistem inovasi. Ia menegaskan, ke-8 fokus prioritas riset BPPT itu bisa terlaksana dan mencapai hasil bila semua elemen turut mendukung.

"Ini adalah sebuah tantangan bagi kita untuk dapat berhasil menerapkan inovasi teknologi bagi negeri kita dan saya mengharapkan kolaborasi sinergi dari seluruh ekosistem yang membangun kemampuan penguasaan maupun hingga kepada hilirisasi daripada produk dari ke-8 bidang fokus teknologi ini," tuturnya.

Lebih lanjut, di era pandemi yang masih terus berlangsung, Hammam mengapresiasi upaya dari para peneliti, para inovator yang terus berjuang menghadirkan inovasi-inovasi terbaru. Hal itu telah membuktikan bahwa peneliti Indonesia mampu mendukung upaya penanganan Covid-19 melalui berbagai inovasinya.

"Mari semua kita kuatkan ekosistem inovasi dengan inovasi terbuka, open inovation yang kita harapkan kemampuan kita untuk benar-benar bertanggung jawab menghasilkan, menerapkan teknologi untuk negeri," tandasnya.(H-2)

BERITA TERKAIT