02 March 2021, 22:25 WIB

Epidemiolog: Setahun Berlalu Perang Lawan Covid-19 Belum Selesai


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

MESKI telah melewati pandemi Covid-19 selama setahun, kasus virus korona di Indonesia masih belum mereda. Namun menurut Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman perang melawan covid-19 ini belum selesai, setidaknya masih perlu waktu sekitar 2 tahun.

"Ini amat rawan karena dampaknya sudah multisektor, multioefek dan efek bola saljunya sudah besar. jadi bukan kesehatan saja tapi semuanya," kata Dicky, Selasa (2/3).

Lebih lanjut ia mengatakan pemerintah tidak bisa merujuk pada kasus harian di dalam negeri karenma hal itu tidak valid pasalnya ia menilai trassing di Indonesia masih terbilang rendah sehingga bisa berbahaya dan bisa trjadi misleading dan misekspektasi.

"Situasi yang cenderung menurun, ini perlu hati-hati karena bukan berarti pada level global membaik, Ini PR (pekerjaan rumah) yang numpuk, ya ga bisa semalam. harus bertahap dan harus memiliki starategi cermat dan komperhensip," kata Dicky.

Ia menyarankan agar pemerintah dapat menyempurnakan strategi sebagaimana dilakukan oleh beberapa negara yang tentu memperhatikan strategi jangka pendek dan panjangnya.

Tak hanya itu, pemerintah pun diminta untuk merespon tatanan global, nasional dan juga respion komuunitas, karea respon ini harus dilihat juga karena strateginya sama yakni 5M dan 3T.

Menurutnya pada level global, terurtama ASEAN, Indonesia belum menunjukan perannya sebagai saudara tua. "Respon di kawasan global ini masih belum terlihat kuat dam ini membuat negara-negara di ASEAN terkesan masing-masing," ungkapnya. (OL-13)

Baca Juga: Jajaran Polda Metro Jaya Butuh Siraman Rohani

BERITA TERKAIT