28 February 2021, 18:20 WIB

Menag: Pondok Pesantren Dapat Membuat Umat Lebih Mandiri


Syarief Oebaidillah | Humaniora

KEBERADAAN lembaga pendidikan pondok pesantren (ponpes) dinilai berperan strategis dalam mencetak ulama dan menjaga NKRI. Selain itu, ponpes berpotensi besar memberdayakan dan memandirikan umat.

"Ponpes dapat menjadi ekosistem yang  bermanfaat bagi diri dan lingkungannya. Sebagai lembaga pendidikan tertua, telah berjasa mencetak ulama dan menopang pemberdayaan masyarakat," tutur Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam peringatan Harlah NU ke-98 dan Harlah Pesantren Motivasi Indonesia ke-9, Minggu (28/2).

Baca juga: Waswas di Klaster Pondok Pesantren

Di tengah perkembangan zaman, lanjut Yaqut, ponpes berperan penting untuk membawa nilai keislaman dan sosial budaya, serta mengejar ketertinggalan. "Ponpes dapat menjadikan generasi muda santri yang tangguh bersaing di ranah global," tegasnya.

Menurut Yaqut, potensi besar pesantren dalam memandirikan umat ditandai dengan jumlah santri yang banyak dan dapat dikapitalisasi. Berikut, pemberdayaan masyarakat sekitar yang berpotensi dalam pengelolaan zakat dan wakaf.

Apabila dioptimalkan, ponpes mampu menyejahterakan lingkungan dan masyarakat sekitar. Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini menyebut saat ini terdapat 28 ribu ponpes di Indonesia. Sekitar 22 ribu ponpes di antaranya terafiliasi dengan NU.

Baca juga: Menhub dan Gibran Cek Terminal Tirtonadi Solo

Helmi berpendapat ponpes NU sangat potensial dalam membangun ekonomi umat. Dia pun berharap ada distribusi pembangunan yang berkeadilan. Mengingat, saat ini terdapat ketimpangan sosial di tengah masyarakat.

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahja Utama mengutip  pepatah Tiongkok  bahwa kemandirian diwujudkan dengan mempunyai sumur sendiri. "Kita dukung keberadaan ponpes seperti PMI ini, yang berupaya mandiri dengan membangun ekonomi pesantren dan teknologi," pungkas Basuki.(OL-11)

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT