23 February 2021, 14:44 WIB

Presiden: Kerja Sama Lintas Negara Kunci Atasi Pandemi


Andhika prasetyo | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam upaya mengatasi pandemi covid-19 secara keseluruhan.

Jika ditangani secara parsial, keberadaan virus tersebut masih akan terus menjadi ancaman bagi seluruh bangsa di dunia lantaran covid-19 tidak mengenal batas wilayah kenegaraan.

"Kita semua tahu bahwa virus ini tidak mengenal batas antarnegara. Dunia tidak bisa sepenuhnya bebas dari virus ini jika masih ada satu negara saja yang belum bebas darinya. Oleh karena itu, yang paling penting adalah kita harus bisa menangani pandemi ini dengan kerja sama, kerja sama dan kerja sama," ujar Jokowi dalam International Conference Tackling The Covid-19 Pandemic: Health, Economics, Diplomacy, And Social Perspectives secara virtual, Selasa (23/2).

Masyarakat dunia, sambung kepala negara, harus bersama-sama merancang kebijakan secara akurat, terutama dalam hal penyediaan vaksin covid-19.

Jokowi mengungkapkan seluruh negara di dunia harus memiliki akses yang setara terhadap vaksin.

Baca juga: Wagub DKI Harap Perpanjangan PPKM Mikro Tekan Kasus Covid-19

"Negara-negara di dunia berpacu untuk mengamankan vaksin bagi kebutuhan rakyat mereka masing-masing. Namun jangan pernah lupa bahwa kita harus terus mendorong kesetaraan akses terhadap vaksin," tegasnya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang beruntung karena telah memiliki vaksin dan memulai vaksinasi pada awal tahun ini. Bahkan, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang melaksanakan program tersebut.

"Ini bisa dicapai karena kita bergerak cepat. Diplomasi vaksin kita sudah berjalan sejak awal pandemi," tutur mantan wali kota Solo itu.

Selain mengamankan vaksin untuk kebutuhan nasional, pemerintah juga bergerak di tataran multilateral. Indonesia, yang juga merupakan salah satu co-chairs dari Covax AMC Engagement Group berkontribusi melalui institusi-institusi internasional.

"Kita selalu berupaya berkontribusi bagi negara-negara lain, bagi dunia. Pentingnya kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara terus saya bawakan sampai tingkat PBB," ucapnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT