23 February 2021, 13:18 WIB

Kemungkinan Muncul Varian Covid-19 Baru di Tanah Air Sangat Besar


Ardi Teristi Hardi | Humaniora

EPIDEMIOLOG UGM, dr Bayu Satria Wiratama, MPH mengatakan kemungkinan munculnya varian atau strain baru Covid-19 sangat besar. 

"Kemungkinannya sangat besar, tapi kemungkinan kita bisa mendeteksinya kurang begitu besar," kata Bayu Satria, Selasa (23/2). 

Pasalnya, kegiatan surveilans genomik SARS COV-2 di Tanah Air saaat ini belum maksimal. Kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap genomik virus corona baru masih sangat kecil.

"Analisis tersebut baru sekitar 0,03 persen dari seluruh sampel kita, masih kecil," lanjutnya. 

Ia menyampaikan potensi munculnya strain baru Covid-19 made in Indonesia cukup besar. Pasalnya, penularan Covid-19 di Indonesia masih aktif dan cukup luas di berbagai wilayah. Penularan yang terjadi secara terus menerus membuat potensi virus untuk bermutasi kian besar. Terlebih virus SARS COV-2 merupakan tipe virus RNA seperti virus influenza yang mudah bermutasi.

"Dampak paling serius adalah kita akan terus menerus mengembangkan vaksin. Sebab, mutasinya tidak pernah bisa secara efisien dihentikan oleh vaksin sebelumnya dan penularan akan terus berlanjut," papar dia.

baca juga: Studi: Covid-19 Dapat Menyebabkan Kerusakan Mata

Untuk menekan transmisi dan mengantisipasi munculnya varian baru virus SARS Cov-2 Bayu menekan pemerintah terus meningkatkan strategi 3T yakni testing, tracing, dan treatment. Sementara masyarakat patuh melaksanakan 5M seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, serta menghindari kerumunan.

"Mutasi virus ini bisa terjadi karena 3T dan 5M yang masih lemah. Walaupun mutasi terjadi sifat penularannya sama jadi tetap bisa dicegah dengan 5M," tutup dia. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT