23 February 2021, 10:04 WIB

DPM UI Dukung Program Kampus Merdeka untuk Wujudkan Toleransi


Mediaindonesia.com | Humaniora

DEWAN Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI) menyambut baik program kampus merdeka yang diusung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena dengan program kampus merdeka itu, mahasiswa dapat dengan bebas mengembangkan potensi mereka. Para mahasiswa yang terlibat aktif juga membantu pengimplementasian program itu bersama Rektorat UI. Hal itu merupakan peluang  mahasiswa untuk pengembangan dan juga memberikan kontribusi terhadap masyarakat.

Dikatakan Ketua DPM UI, Yosia Setiadi Panjaitan, DKM UI memiliki potensi besar untuk menjadikan kampus UI sebagai percontohan terwujudnya toleransi antar umat bergama di kalangan mahasiswa serta terwujudnya mahasiswa yang memiliki daya kompetisi yang siap berkontribusi untuk masyarakat.  Hal ini juga sebagai perwujudan  Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk melahirkan generasi muda yang memiliki pemikiran kreatif, mandiri dan inovatif agar dapat membangun bangsa diberbagai sektor sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. 

Baca juga: UI Luluskan 3.955 Wisudawan dari Jenjang D3 – S3

"Kegiatan kita sekarang sedang mencoba merestrukturisasi Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Indonesia (IKMUI). Banyak yang harus dibenahi, seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), apalagi dengan adanya program dari Kemendikbud tentang Kampus Merdeka. Di sini sebenarnya kita sangat sepakat degan hal itu, karena kita menyadari bahwa kepintaran mahasiswa tidak hanya ditentukan  oleh IPK-nya saja tapi juga bagaimana bisa mengembangkan potensi diri sendiri," jelas Yosia.

Ia menjelaskan, DPM UI berusaha membuat bagaimana seluruh mahasiswa UI dapat menemukan potensi diri mereka. Sehingga ketika lulus, mereka dapat mengaktualisasikan diri tidak semata-mata berdasar nilai akademis yang dimiliki tapi juga berdasar passion.  Dengan program kampus merdeka diharapkan mahasiswa lebih dapat menunjukkan kiprah dan bergerak aktif dalam membangun  daerah atau bangsa.  Baginya ini memang merupakan suatu kesulitan tersendiri.

Dari 15 fakultas di UI, masing-masing mengirimkan perwakilan untuk menjabat sebagai ketua dan wakil ketua. Fungsi DPM layaknya seperti DPR yang memiliki fungsi strategis dalam pergerakan mahasiswa.  Selain menjadi bagian dari fungsi pengawasan dan pembuat undang-undang (tingkat kampus), mereka juga memiliki otoritas untuk melaksanakan ospek penerimaan mahasiswa baru di universitas, serta mengatur mekanisme pemilihan ketua dan wakil ketua BEM yang biasanya dilakukan setahun sekali.

"Menurut saya UI merupakan kampus yang sangat multikultural, yang bisa diibaratkan sebagai wajah Indonesia. Namun mengapa selama ini hanya satu golongan tertentu yang selalu tampil. Karena itu saya ingin menunjukkan bahwa di kampus UI tidak ada diskriminasi dan setiap orang di UI adalah sama, sama-sama satu almamater. Selain pengembangan Sumber Daya Manusia, kita juga ingin agar toleransi  terbentuk."  

Begitupun dalam kegiatan pembunaan mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan itu  sejatinyaaa bukan sekadar untuk kebanggan diri tapi juga toleransi dan menunjukkan pada mereka bahwa UI  adalah  multikultural , bahwa di UI tidak berfokus pada akademi semata tapi juga pada potensi diri. Inilah yang akan diterapkan pada mahasiswa baru. Di sisi lain seluruh bidang UKM akan distrukturisasai untuk membina dan memajukan UKM-UKM yang digeluti para mahasiswa, baik di bidang seni maupun olahraga.

Dalam menyikapi situasi dan kondisi sosial politik yang berkembang di masyarakat, Yosua juga mengajak seluruh mahasiswa UI agar lebih bijaksana menggunakan media sosial. Upaya ini dinilai penting dalam rangka mendukung UU ITE.

Semua UKM  di lingkungan kampus UI, kata dia juga siap dilibatkan atau bersinergi untuk kemajuan bangsa. Para mahasiswa siap diterjunkan langsung dalam kegiatan sosial di masyarakat  luar kampus. Sehingga para mahasiswa tidak hanya bisa mengembangkan diri di dalam  kampus tapi juga di lingkungan eksternal kampus guna ikut  membangun Indonesia. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT