22 February 2021, 22:57 WIB

Presiden: Perkuat Sinergisitas Pencegahan Karhutla


Andhika Presetyo | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo kembali mengingatkan kepada seluruh jajaran menteri, kapolri, panglima TNI serta kepala daerah untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan sebaik-baiknya.

Meskipun, di sebagian besar wilayah Indonesia, kini tengah dilanda curah hujan tinggi, bukan berarti ancaman karhutla hilang begitu saja.

Berdasarkan data BMKG, di beberapa provinsi seperti Riau dan Kalimantan Barat sudah ditemukan titik api.

Di Riau, ada 29 kejadian kebakaran sejak akhir Januari. Adapun, di Kalbar, angkanya mencapai 52 kasus.

"Saya ingin mengingatkan kita semua. Meskipun kita tengah menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di beberapa daerah, kesiapan untuk menghadapi ancaman karhutla tidak boleh kendur. Harus ada rencana pencegahan yang detil dan matang, sinergi yang kuat dan eksekusi lapangan yang efektif," ujar Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/2).

Jokowi pun mengapresiasi Pemerintah Provinsi Riau yang sudah bergerak cepat. Mereka telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.

"Ini bagus. Bersiap-siap jangan sampai nanti ketika sudah ada kebakaran, payung hukum belum siap. Akhirnya mau melakukan sesuatu jadi sulit karena tidak ada payung hukumnya. Saya kira ini langkah tepat mengingat Riau termasuk provinsi yang punya angka kebakaran hutan lebih tinggi dibandingkan provinsi-provinsi lain," tuturnya

BMKG memperkirakan, transisi musim hujan ke kemarau akan terjadi pada Mei. Adapun, puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus dan September. (OL-8)

BERITA TERKAIT