22 February 2021, 01:00 WIB

25.539 Mahasiswa Daftar Program Kampus Mengajar Kemendikbud


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PROGRAM Kampus Mengajar yang digawangi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disambut antusias ribuan peserta dari kalangan mahasiswa.

Pada penutupan pendaftaran, Minggu (21/2), tercatat sebanyak 25.539 mahasiswa telah mendaftar. Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, proses penyaringan para pendaftar untuk memilih 15.000 mahasiswa yang akan bertugas membimbing 22 ribu sekolah dasar (SD) di seluruh Indonesia, yang masih terakreditasi C maupun belum terakreditasi akan segera digelar.

Para peserta terpilih nantinya juga akan ditempatkan di wilayah Terluar , Terdepan dan Tertinggal (3T).

"Program Kampus Mengajar ini  bertujuan membantu guru SD, juga para mahasiswa kita diharapkan menjadi inspirasi bagi anak anak pelajar SD," kata Paristiyanti.

Selain memberi inspirasi, para mahasiswa diharapkan pula menjadi mata air bagi siswa Indonesia. Paristiyanti menjelaskan, implementasi program ini para mahasiswa akan berkunjung ke sekolah-sekolah yang dipilih dalam memberi bimbingan secara langsung atau luring pada Juni mendatang.

Dijadwalkan, pada, April para guru dan tenaga kependidikan PAUD dan sekolah menengah telah masuk prioritas.mendapat vaksin, sehingga pada Juni diharapkan sebagian besar sudah divaksin.

Baca juga : UIN Jakarta Memanas, Pemecatan Wakil Rektor Dinilai Otoriter

Kendati pendaftaran Kampus Mengajar sudah ditutup, namun khusus Provinsi Papua, Maluku, dan daerah 3T, pendaftaran diperpanjang hingga Jumat (26/2). Sehingga, mahasiswa yang berlokasi di Papua, Maluku, dan daerah 3T masih memiliki kesempatan mendaftar Kampus Mengajar.  Dengan syarat terdata di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), memiliki IPK 3.0, minimal semester lima,

selain iu, Peserta bukan bagian dari program Kampus Perintis, serta memiliki pengalaman mengajar dan berorganisasi. Dalam Kampus Mengajar para mahasiswa akan mendapatkan uang bulanan, juga otomatis terhitung.mendapat 12 SKS (satuan kredit semester) dengan jangka waktu program selama tiga bulan.

Sebelumnya, Ditjen Dikti Kemendikbud telah menggelar sosialisasi program Kampus Mengajar yang diluncurkan 9 Februari lalu

Kampus Mengajar merupakan bagian dari Kampus Merdeka yang mengajak seluruh dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi di Indonesia dapat mengambil peran  menjawab permasalahan pendidikan yang terdampak pandemi Covid-19 terutama di sekolah dasar terakreditasi C di wilayah 3T. 

Sejak Program Kampus Mengajar diluncurkan, beberapa kampus dan mahasiswa juga  telah mendaftarkan diri  dengan antusisa.menyukseskan program tersebut. (OL-7)

BERITA TERKAIT