21 February 2021, 16:13 WIB

Pengelolaan Limbah Masker Harus Dimulai dari Rumah


Atalya Puspa | Humaniora

KETUA Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Gintung mengunggkapkan, sejalan dengan penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, sosialisasi pengelolaan limbah masker juga dilakukan di tingkat RT/RW. Hal tesebut dilakukan untuk memutus penyebaran covid-19 sekaligus mencegah masalah baru yang ditumbulkan dari tumpukan limbah masker yang dihasilkan rumah tangga.

"Dampak limbah masker cukup besar. Selama pandemi ini sudah 1,5 ton terkumpul dari rumah tangga. Kemudian dari pos lainnya. Kalau tidak dikelola dengan baik akan mencemari tanah dan menjadi sumber bencana yang tidak terlihat secara langsung. Harus waspadi juga penyalahgunaan oleh oknum," kata Alexander dalam konferensi pers Hari Peduli Sampah Nasional: Pekan Peduli Limbah Masker Masyarakat yang diselenggarakan secara daring, Minggu (21/2).

Untuk itu, ia berharap masyarakat menyadari bahwa limbah masker juga menjadi tanggung jawab bersama. Hal termudah yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan pemilahan limbah masker dan sampah lainnya agar limbah masker lebih mudah untuk dihancurkan.

"Limbah ini harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Harus menjadi etos kerja keluarga dan komunitas. Bahwa masker yang kita pakai termasuk juga menjadi sumber untuk menjadi penyakit jika tidak dikelola dengan baik," katanya.

Baca juga :Hari Peduli Sampah Nasional, Mengenang Tragedi TPA Leuwigajah

Diketahui, selain dari rumah tangga, stiap minggunya, sebanyak 249.196 limbah medis dihasilkan dari 102 rumah sakit rujukan covid-19 di Jakarta. Belum lagi 80 rumah sakit bukan rujukan covid-19 yang menghasilkan sebanyak 21.093 setiap minggunya.

"Untuk itu kita melakukan pengelolaan limbah medis khususnya limbah masker dengan melibatkan dinas lingkungan hidup dan juga pihak ketiga," kata Ketua Subbidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penangana Kesehatan Satgas Covid-19 Lia G. Partakusuma.

Lia mengungkapkan, di Jakarta sendiri disiapkan tempat pembuangan sampah khusus limbah medis di setiap kecamatan yang kemudian akan diangkut ke pusat pengumpulan limbah di setiap kota administrasi. Selanjutnya, limbah tersebut dikelola oleh pihak ketiga.

"Masalah limbah medis khususnya limbah masker ini menjadi masalah kita bersama. Untuk itu diharapkan setiap rumah tangga melakukan pemilahan, untuk memutus penularan covid-19," katanya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT