21 February 2021, 13:20 WIB

Hari Peduli Sampah Nasional, Mengenang Tragedi TPA Leuwigajah


Zubaedah Hanum | Humaniora

TRAGEDI longsor timbunan sampah di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 silam telah merenggut 147 korban jiwa dan menghapus 2 desa dari peta. Peristiwa ini menjadi tonggak Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari, mengingatkan kita agar tidak mengulangi kejadian yang sama.

Kejadian ini mendorong Pemerintah menyusun Kebijakan Pengelolaan Sampah Nasional dalam bentuk Undang-Undang Nomor 18/2008 dan PP 81/2012.

Salah seorang warga Kampung Cirendeu, Kelurahan Leuwigajah, Yana mengatakan bencana akibat kelalaian manusia itu tidak akan pernah dilupakan olehnya dan warga-warga di Leuwigajah.
 
"Ini bukan bencana alam, ini adalah bencana kemanusiaan," kata Yana, beberapa waktu lalu.
 
Tragedi yang menewaskan sebanyak 157 jiwa itu menurutnya adalah bukti bahwa pengelolaan sampah dari para pemangku kebijakan yang kurang tepat. Meski sudah tak lagi menjadi tempat pembuangan akhir (TPA), eks TPA Leuwigajah itu ia harap bisa kembali seperti kondisi semula.
   
Sebagai warga kampung adat Cirendeu, ia mengakui pihaknya minim pengetahuan mengenai tata cara pengelolaan sampah yang baik. Pasalnya, kata dia, yang warganya ketahui hanyalah bagaimana cara menjaga alam tanpa adanya sampah.
 
Di masa pandemi covid-19, peringatan HPSN 2021 diarahkan pada edukasi dan sosialisasi upaya-upaya penanganan sampah yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut dilakukan melalui pengembangan sektor usaha pengumpulan dan pengangkutan sampah, industri alat dan mesin pengolah sampah, industri daur ulang, industri komposting dan biogas, serta industri sampah menjadi energi alternatif. (Ant/H-2)

 

BERITA TERKAIT