19 February 2021, 22:50 WIB

SV-Sagin: Candi Borobudur adalah Tempat Suci Umat Buddha


Emir Chairullah | Humaniora

SANGHA Vajrayana Sangha Agung Indonesia (SV-Sagin) menyambut baik rencana pemerintah mengembalikan fungsi Candi Borobudur sebagai tempat ibadah umat Buddha. 

“Borobudur sesungguhnya tempat suci umat Buddha,” kata pimpinan SV-Sagin Biksu Bhadra Ruci dalam keterangan persnya, Jumat (19/2).

Sebelumnya, Menko PMK menyatakan Borobudur bukan termasuk empat tempat suci yang ada dalam kitab suci umat Buddha, kendati termasuk salah satu tempat yang dihormati umat Buddha seluruh dunia. Ia menyampaikan hal tersebut usai meninjau program pemberdayaan dan peningkatan SDM keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) di Balkondes Kebonsari Desa Kebonsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Lebih lanjut, Ruci menjelaskan tempat ziarah suci umat Buddha sangatlah banyak dan tidak hanya terpaku pada 4 situs yang disebutkan dalam riwayat Buddha Gautama saja. Hal ini terbukti dari kunjungan peziarah mancanegara ke Nusantara beberapa abad lalu. 

“Misalnya Fa Hsien yang berkunjung ke pulau Jawa sekitar 399-414 M dan I-Ching yang tinggal 10 tahun di Sumatra dalam rentang waktu tahun 671-695 M. Catatan perjalanan tokoh-tokoh ini kemudian menjadi salah satu rujukan bagi Sir Alexander Cunningham untuk menggali berbagai situs-situs suci sejarah Buddhis baik di India maupun di luar India,” paparnya.

Baca juga: UU ITE Berantas Hoaks, Bukan Berangus Kebebasan Berpendapat

Ruci juga menambahkan, sudah banyak kitab suci yang diidentifikasi sebagai basis pendirian Candi Borobudur. “Ini bisa ditelusuri di kitab suci/kanon Buddhisme Tibet, membentuk 128 keping relief di badan candi. Selain itu ada juga lontar-lontar kuno Buddhis yang merupakan kitab suci peninggalan leluhur kita dari masa lampau, ” ungkapnya.

Karena itu, Biksu Bhadra Ruci menyimpulkan bahwa Candi Borobudur seyogyanya berhak menyandang status sebagai tempat suci umat Buddha, setara dengan Angkor Wat di Kamboja, Grdhrakuta (Gunung Puncak Burung Nazar) di India, juga reruntuhan Universitas Nalanda di India yang sempat menjadi pusat peradaban Buddhis terbesar di dunia selama lebih kurang satu milenia dan memiliki relasi arkeologinya dengan bangsa Indonesia. Jika merujuk ke contoh agama lain, maka Borobudur juga bisa dibandingkan dengan Gereja Vatikan. 

"Vatikan misalnya bukanlah tempat kelahiran atau terkait langsung dengan peristiwa kehidupan Yesus, namun tetap saja menjadi pusat penziarahan bagi para umat Katolik," pungkasnya. (P-5)

BERITA TERKAIT