20 February 2021, 15:30 WIB

Bosan Kelebihan Lemak, Simak 5 Tips Atasi Obesitas


Humaniora | Humaniora

Obesitas terjadi ketika seseorang memiliki indeks massa tubuh (BMI) bernilai 30 atau lebih tinggi. BMI dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat. BMI ini memberikan prediksi yang cukup akurat bagi masyarakat umum, namun tidak bisa diterapkan untuk bagi sebagian orang seperti atlet, dan ibu hamil.

Penyebab obesitas bisa beragam, seperti faktor genetik, gaya hidup keluarga, tidak aktif atau kurang berolahraga, pola makan yang tidak sehat, serta masalah medis tertentu. 

Baca juga: Kanker Prostat, Kapan Waktu Tepat untuk Deteksi Dini?

Obesitas berbahaya karena bisa menimbulkan komplikasi penyakit seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung.

Simak tips mengatasi obesitas berikut: 

  1. Konsumsi buah dan sayur yang cukup

    Sayuran memiliki kandungan serat yang tinggi dan rendah kalori, serta kaya akan vitamin, antioksidan, mineral, dan kalsium. Konsumsi sayur dan buah  tidak hanya bagus untuk menurunkan berat badan, namun juga mengoptimalkan kesehatan secara keseluruhan

  2. Tidur cukup dan berkualitas

    Waktu tidur yang kurang, dan tidur yang tidak berkualitas terbukti memicu obesitas. Kurang tidur bisa menurunkan produksi hormon leptin. Hormon tersebut berfungsi meningkatkan rasa kenyang. Saat tubuh kekurangan kadar leptin, nafsu makan pun meningkat. Selain itu, kurang tidur juga bisa meningkatkan produksi hormon ghrelin yang bertugas merangsang nafu makan

  3. Aktivitas fisik 30 menit sehari

    Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari atau minimal 150 menit per minggu. Jika tidak sempat berolahraga, maksimalkan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari seperti naik turun tangga, cuci kendaraan sendiri, dan membersihkan halaman. Aktivitas ini juga menurunkan risiko penyakit jantung.

  4. Kelola stres

    Stres bisa menjadi salah satu alasan kelebihan berat badan, terutama bagi penderita diabetes. Sebuah penelitian mengatakan bahwa orang dengan sindrom metabolik (termasuk diabetes) dan gejala depresi memiliki peluang lebih kecil untuk dapat  menurunkan berat badan. (H-3)

BERITA TERKAIT