19 February 2021, 14:25 WIB

Indonesia Ikut Uji Klinis Pengobatan Covid-19 Terbesar di Dunia


Faustinus Nua | Humaniora

UJI Acak Evaluasi Terapi Covid-19 atau The Randomised Evaluation of Covid-19 Therapy (RECOVERY) akan dilaksanakan di Indonesia melalui kemitraan antara Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Oxford University. 

Adapun uji klinis terbesar di dunia untuk mengevaluasi pengobatan terbaik yang bisa digunakan dalam penanganan kasus covid-19.

"Studi RECOVERY di Inggris telah membantu Indonesia untuk merencanakan sumber daya lebih efektif. Misalnya, klorokuin atau hidroksiklorokuin tidak lagi direkomendasikan untuk mengobati covid-19," ujar Erni Juwita Nelwan dari FKUI selaku peneliti utama yang juga mengepalai studi RECOVERY di Indonesia, Jumat (19/2).

"Deksametason juga sudah masuk dalam rekomendasi pengobatan covid-19 di RS di Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: Badan POM Segera Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa RECOVERY pertama kali dilaksanakan di Inggris pada Maret 2020. Studi ini memberikan rekomendasi yang mengubah perawatan klinis. Termasuk, temuan steroid dengan harga terjangkau, deksametason dan pengobatan anti-inflamasi, tocilizumab. 

Dalam hal ini, sejumlah temuan secara signifikan mengurangi risiko kematian pasien covid-19 dengan gejala berat.

"Rekomendasi ini kemudian digunakan pada praktik klinis di seluruh dunia untuk membantu menyelamatkan nyawa pasien. Serta, memprioritaskan sumber daya perawatan kesehatan," tutur Erni.

Di Indonesia, lanjut dia, studi akan diawali dengan mengevaluasi penggunaan aspirin dan kolkisin. Sebab, obat ini sudah tersedia dan terjangkau. Namun, seperti studi RECOVERY di Inggris, uji coba bersifat adaptif dan obat baru akan ditambahkan seiring waktu.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menyambut baik dan mendukung penelitian uji klinis. BPOM pun mendukung upaya FKUI untuk ambil bagian dalam uji klinik berskala global.

Baca juga: Pakai Masker Medis dan Kain Sekaligus Tingkatkan Efektivitas

"Harapannya dapat mengembangkan kemampuan bangsa kita dalam mengembangkan vaksin dan obat. Sehingga, dapat membangun kemandirian industri farmasi nasional," kata Penny.

"BPOM siap mendukung dan menfasilitasi FKUI. Mulai dari persetujuan pelaksanaan uji klinis (PPUK), perizinan, mendampingi dalam monitoring uji klinik, sampai ke hasilnya nanti," lanjutnya.

Rektor UI Ari Kuncoro mengapresiasi keterlibatan peneliti dari FKUI dalam uji klinis RECOVERY di Indonesia. Sejak covid-19 mewabah di Indonesia, UI secara aktif terlibat dalam berbagai penelitian, medis dan sosial. 

Pelaksanaan studi RECOVERY di Indonesia merupakan hasil kemitraan yang terjalin lama antara FKUI dan Oxford University. Serta, dukungan dari berbagai mitra penelitian dan rumah sakit di Indonesia. Adapun rumah sakit yang bergabung dengan studi RECOVERY, yaitu RS Metropolitan Medical Centre (MMC) Jakarta, RS Martha Friska Medan dan RS Hasan Sadikin Bandung.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT