19 February 2021, 11:30 WIB

Jaga Pintu Masuk Bendung Imported Cases dan Varian Baru Virus


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

PEMERINTAH masih akan memperketat pengawasan di pintu masuk ke dalam negeri selama masa pandemi covid-19. Hal ini berlaku juga bagi warga negara Indonesia (WNI) yang pulang ke Tanah Air.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut pemerintah juga akan mengeluarkan kebijakan yang disesuaikan perkembangan pandemi global. Hal itu dilakukan dalam rangka mencegah meningkatnya penularan serta membendung masuknya imported case dan varian baru virus covid-19.

"Ini adalah bukti bahwa pemerintah bekerja keras dalam membendung bocornya pertahanan negara melalui masuknya imported case. Sehingga sistem skrining dan surveilans covid-19 sangat berpengaruh," kata Prof Wiku dalam keterangan resmi, Jumat (19/2).

Melihat data pada 29 Desember 2020 hingga 16 Februari 2021, jumlah kedatangan sebanyak 53.118 orang. Dengan rincian, WNI sebanyak 43.495 orang dan WNA 9.746 orang. Dari hasil data skrining pada 1.060 orang atau 1,1%, terdapat 728 orang terdeteksi positif.

Pada tes swab ke-1 ada 728 orang terdeteksi positif covid-19. Dan tes swab ke-2 jumlahnya berkurang menjadi 320 orang yang positif covid-19.

"Dengan data tersebut, kesimpulan kita bahwa hasil negatif yang ditunjukkan pelaku perjalanan yang memasuki Indonesia, tidak menjamin seseorang benar-benar negatif. Sehingga langkah pemerintah menetapkan tahapan yang berlapis-lapis, untuk masuk NKRI dan melakukan mobilisasi, adalah keputusan yang tepat," tegas Wiku.

Untuk itu, upaya pembatasan, skrining, dan pendataan ini akan terus dilakukan pemerintah untuk para pendatang dari luar Indonesia. Sehingga upaya efektif dapat dilakukan guna mencegah masuknya virus Sars-Cov2 varian B117 yang dilaporkan di Inggris.(H-1)

BERITA TERKAIT