18 February 2021, 14:00 WIB

Daur Ulang Limbah Masker Masih dalam Tahap Penelitian Labih Lanjut


Faustinus Nua | Humaniora

Direktur Jenderal (Dirjen) PSLB3-KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengungkapkan bahwa rencana daur ulang limbah masker sekali pakai hingga saat ini masih dalam tahap peneltian yang dilakukan oleh LIPI. KLHK telah berkoordinasi dengan LIPI agar limbah masker yang terus bertambah selama masa pandemi ini bisa ditangani dengan baik dan tetap mengikuti referensi dari WHO.

"Untuk penelitian dari LIPI, kami sudah dengar tapi memang masih harus dikaji lagi lebih dalam. Karena kami juga harus melihat referensi yang ada misalnya dari WHO juga dari yang lain-lain tapi kami sudah koordinasi," ungkapnya dalam konferensi pers HPSN 2021, Kamis (18/2).

Baca juga: Paradigma Sampah Hanya untuk Dibuang Harus Ditinggalkan

Vivien mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Kesehatan belum memustuskan bahwa limbah masker boleh didaur ulang. KLHK dan Kemenkes masih menggunakan aturan bahwa masker sekali pakai ketika hendak harus dibuang harus disemprot hand sanitizer, digunting dan dimasukan ke dalam bungkusa kertas barulah dibuang.

"Memang dia harus musnah untuk memutus mata rantai covid-19 dan kami sudah berkoordinasi dengan LIPI yang memungkinkan limbah masker sekali pakai untuk didaur ulang," jelasnya.

Sementara, pengelolaan limbah medis yang berasal dari fasyankes harus dimusnahkan menggunakan incinerator. Hal itu sesuai dengan surat edaran Menteri LHK No. 2 Tahun 2020 tentang pengelolaan limbah medis yang merupakan limbah B3.

Menurutnya, penggunaan incinerator memang wajib berizin, tapi di tengah pandemi KLHK pun memberi diskresi atau keleluasaan kepada pihak pengelola fasyankes. Mengingat, bila limbah medis tidak segera dimusnahkan hal itu bisa menjadi sumber penularan virus.

Direktur Pengelolaan Sampah Novrizal Tahar menjelaskan bahwa terdapat dua kategori limbah masker. Untuk limbah masker yang digunakan pasien Covid-19 merupakan limbah medis. Sehingga, harus dimusnahkan dalam incinerator.

"Kalau yang digunakan orang sehat sebenarnya masih masuk kategori sampah rumah tangga. Sehingga kita mendorong orang sejat semaksimal mingkin memakai masker guna ulang yang bisa dicuci dan dipakai ulang," tandasnya.(H-3)

BERITA TERKAIT