09 February 2021, 21:58 WIB

BKKBN Siap Koordinasikan Upaya Percepatan Penurunan Angka Stunting


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PEMERINTAH menargetkan menekan angka stunting pada 2024 menjadi 14 persen atau menurun sekitar 50% dari angka stunting saat ini yang berada di kisaran 27,6 persen. Target tersebut menurut Hasto perlu didukung oleh semua pihak.

"Ini merupakan tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada BKKBN sebagai ketua pelaksana program percepatan penurunan stunting dalam koordinasi dengan Kemenko PMK," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam pernyataannya, Selasa (9/2).

Ia mengatakan BKKBN siap untuk mengkoordinasikan upaya percepatan penurunan stunting melalui kerja sama lintas kementerian/lembaga, lintas sektor, serta lintas pemerintah pusat dan daerah. Hasto juga menegaskan BKKBN siap mengerahkan dukungan 13.734 tenaga PKB/PLKB dan 1 juta kader yang tersebar di seluruh desa.

Lebih jauh, Hasto mengatakan salah satu langkah dalam upaya percepatan penurunan stunting, adalah program yang mengharuskan calon pengantin melapor tiga bulan sebelum pernikahan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, seperti pemeriksaan hemoglobin (hb). "Kalau hb kurang, minum tablet tambah darah sehingga saat nikah sudah siap hamil. Karena itu kita harus buat program siap nikah dan siap hamil," katanya.

Hasto mengatakan, hampir 50% kasus stunting tercipta dari kehamilan. Dia mengibaratkan orang hamil sebagai 'pabrik' pembuat bayi.

"Kalau kita ingin bayi bagus maka pabriknya harus bagus. Logikanya begitu kalau kita ingin bayi bagus, siapa yang akan membikin bayi ini harus bagus juga. Makanya harus dikawal dengan tertib dan disiplin," katanya.

Karena itu, jelasnya, sebelum proses kehamilan harus dilakukan pemeriksaan kehamilan. "Inilah upaya kita yang harus mereformasi sistem layanan di tingkat bawah dengan membangun sistem baru," tuturnya. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT