05 February 2021, 15:30 WIB

Meniti Jalan Budaya


HUMANIORA | Humaniora

BAGI sebagian masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia, Imlek menjadi salah satu moment spesial yang tidak boleh terlupakan. Namun kini di era perkembangan teknologi jarang sekali ditemukan anak muda yang mau meneruskan berbagai tradisi atau budaya asal negeri Tiongkok tesebut.
 
Dialah Amalia Zhang yang merupakan satu dari sedikit anak muda Tionghoa yang masih peduli terhadap budayanya dan berusaha mengenalkannya kepada orang lain. Uniknya, ia sendiri baru mengetahui bahwa dirinya bagian dari warga keturunan ketika berada si sekolah menengah.

"Waktu itu pas masih SMA pernah lihat ada undangan buat papa tapi namanya beda. Kayak nama Tiongkok, saya tanya dong ke pembantu "Ini undangan buat siapa?". Lha dijawab itu katanya namanya papa,” tuturnya.
 
Kini Amalia aktif ikut serta dalam grup musik Nanyin menyajikan berbagai lagu dalam bahasa hokkian. Grup ini menjadi salah satu yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman saat ini.
 
“Saya sudah sekitar tiga tahunan latihan Nanyin, jadi kita belajar tradisi musik dan notasi tradisional chainise. Biasanya kita latihan di Glodok,” ungkap Amalia kembali.

Namun di grup musik ini Amalia menjadi satu-satunya personil muda. Pemain musik lainya merupakan mereka yang berusia sepuh.

“Tantangannya di sini yaitu para personil grupnya kurang lancar berbahasa Indonesia. Kemudian karena di sini saya tidak ada teman yang seumuran jadi saya agak kesulitan memperkenalkan Nanyin ke kalangan anak muda lainya,” ungkap Amalia lagi.

Simak kisah Amalia berusaha mempertahankan budaya leluhurnya dalam program dokumenter  Melihat Indonesia berjudul Meniti Jalan Budaya pada Minggu, 7 Januari 2021, pukul 08.30 WIB di  Metro TV. (RO/H-1)

 

BERITA TERKAIT