04 February 2021, 10:09 WIB

Menhub Sebut Pencarian CVR SJ-182 Masih Dilanjutkan


Cindy Ang | Humaniora

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mencari bagian kotak hitam berupa memori Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat SJ-182. Pasalnya, memori CVR terlepas dari kotak hitam tersebut.

"Sampai saat ini, KNKT masih melakukan pencarian CVR yang akan sangat membantu mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan," kata Budi lewat media sosial Instagram @budikaryas, Kamis (4/2).

KNKT pun telah mendirikan posko pencarian SJ-182 di Pulau Lancang. Posko itu dibangun guna memudahkan pencarian memori CVR pesawat SJ-182.

Baca juga: Majene-Mamuju Wilayah Endemik Gempa dan Tsunami

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga masih mengawal penyelesaian santunan kepada keluarga korban. Tercatat, sebanyak 57 keluarga korban telah diberi santunan.

"Kami akan terus mengawal penyelesaian santunan kepada keluarga korban," ucap Budi.

Budi menuturkan Kementerian Perhubungan beserta stakeholder di sektor penerbangan akan berkomitmen meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan Nasional. Hal itu menjadi mandat dari regulasi penerbangan internasional.

Dia menyebut capaian kerja dalam aspek keselamatan dan keamanan penerbangan Indonesia telah memperoleh pencapaian yang sangat baik. Ini terlihat dari hasil laporan Universal Safety of Science Audit Program (ICAO USOAP).

"Indeks keselamatan penerbangan Indonesia berada di atas rata-rata negara Asia. Hal ini juga diikuti dengan indeks kecelakaan pesawat Indonesia yang menunjukkan perbaikan sejak 2016," ungkap Budi.

Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

Pesawat Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.

Posisi terakhir pesawat berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat itu jatuh dengan mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. (OL-1)

BERITA TERKAIT