03 February 2021, 14:06 WIB

Rapid Antigen Bakal jadi Alat Screening


Nur Azizah | Humaniora

KEMENTERIAN Kesehatan bakal membuat Peraturan Menteri Kesehatan terkait rapid antigen sebagai alat screening. Saat ini, pemerintah hanya menggunakan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi virus covid-19.

"Jadi rapid antigen akan dimasukkan dalam Permenkes sehingga ini bisa gunakan untuk screening," ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (3/2).

Airlangga mengatakan biaya rapid antigen jauh lebih terjangkau ketimbang PCR. Harga rapid antigen berkisar Rp250 ribu untuk sekali tes, sementara PCR Rp900 ribu.

"Dari biaya lebih murah dibandingkan dengan PCR," ujarnya.

Baca juga : Menristek: GeNose C19 Jaga Keamanan Penumpang KA dari Covid-19

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga mengingatkan agar masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Tak cukup hanya memakai masker, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan, tapi juga mengurangi mobilitas dan interaksi.

"Tadi Pak Presiden juga meminta agar ada standarisasi (pemakaian masker)," ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah telah melarang penggunaan masker berbahan scuba. Alasannya, masker dengan jenis tersebut tidak efektif menyaring virus covid-19. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT