01 February 2021, 18:15 WIB

Peregangan Turunkan Hipertensi Lebih Baik daripada Berjalan


Mediaindonesia.com |

SEKARANG kita harus menghabiskan lebih banyak waktu di rumah akibat pandemi virus korona. Tapi ada berita gembira yang mengejutkan bahwa ternyata latihan peregangan sederhana dapat membantu menurunkan tekanan darah.

"Saat bersantai di malam hari, alih-alih hanya duduk di sofa, anda bisa turun ke lantai dan meregangkan tubuh sambil menonton TV," kata Dr Phil Chilibeck PhD, profesor kinesiologi di University of Saskatchewan di Saskatoon, Kanada, dan rekan penulis dalam studi baru ini sebagaimana dikutip Medical News Today.

Penelitian menunjukkan bahwa melakukan latihan peregangan selama 30 menit dalam 5 hari tiap minggu menyebabkan penurunan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang lebih besar untuk 2 bulan daripada berjalan kaki selama 30 menit selama 5 hari dalam seminggu.

Namun, berjalan dikaitkan dengan pengurangan yang lebih signifikan pada lingkar pinggang peserta. Dengan pemikiran itu, Dr Chilibeck menekankan bahwa orang yang sudah berjalan untuk menurunkan tekanan darah tinggi harus terus melakukannya. Dia merekomendasikan pula agar mereka mempertimbangkan memasukkan sesi peregangan ke dalam rutinitas harian mereka.

"Saya tidak ingin orang-orang--akibat penelitian kami--berpikir bahwa mereka seharusnya tidak melakukan aktivitas aerobik," katanya. "Hal-hal seperti berjalan kaki, bersepeda, atau ski lintas alam memiliki efek positif pada lemak tubuh, kadar kolesterol, dan gula darah." Studi tersebut muncul di Journal of Physical Activity and Health.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa 45% orang dewasa atau setara dengan 108 juta orang di Amerika Serikat menderita hipertensi. Mereka juga mencatat bahwa pada 2018, hipertensi merupakan penyebab utama hampir setengah juta kematian.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, hipertensi yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal kronis, kerusakan mata, dan demensia vaskular. Dokter biasanya menganjurkan latihan aerobik untuk menurunkan tekanan darah.

Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peregangan dapat menurunkan tekanan darah dengan mengurangi kekakuan arteri dan memperlancar aliran darah. Untuk mengukur sejauh mana manfaatnya, para peneliti di University of Saskatchewan melakukan salah satu studi pertama untuk membandingkan efek peregangan dan berjalan kaki pada tekanan darah.

Mereka secara acak menugaskan 40 pria dan wanita untuk melakukan latihan peregangan selama 30 menit atau jalan cepat. Para peserta melakukan latihan yang dialokasikan pada 5 hari dalam seminggu selama total 8 minggu.

Para penulis studi itu menyimpulkan latihan peregangan memang dapat mengurangi tekanan darah. Itu akan memungkinkan opsi tambahan bagi orang yang perlu mengurangi tekanan darah atau dapat ditambahkan ke rutinitas latihan aerobik untuk memberikan penurunan tekanan darah yang lebih besar.

Chilibeck mencatat bahwa peregangan memiliki beberapa keuntungan, termasuk sangat mudah untuk memasukkannya ke rutinitas harian, bisa melakukannya terlepas dari kondisi cuaca, tidak membebani persendian yang merupakan pertimbangan utama bagi penderita osteoartritis, dan tidak membutuhkan komitmen waktu yang besar.

"Semua orang berpikir bahwa peregangan hanya tentang meregangkan otot," jelasnya. "Tapi saat meregangkan otot, anda juga meregangkan semua pembuluh darah yang masuk ke otot, termasuk semua arteri. Jika anda mengurangi kekakuan di arteri, resistensi terhadap aliran darah akan berkurang."

Para penulis mencatat bahwa penelitian menyarankan yoga dan pilates yang juga melibatkan banyak peregangan turut menurunkan tekanan darah. (OL-14)

BERITA TERKAIT