29 January 2021, 17:05 WIB

Badan Bahasa Bakal Kembangkan UKBI Ramah Difabel


Faustinus Nua | Humaniora

SETELAH meluncurkan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) selanjutnya akan mengembangkan UKBI yang ramah difabel. Hal itu agar kaum difabel juga bisa menggunakan UKBI sebagai instrumen uji untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia.

"Selanjutnya mengembangkan model yang dapat menfalisitasi para difabel yang memliki keterbatasan pendengaran dan penglihatan agar tetap dapat mengikuti ujian secara daring," ungkap Kepala Bada Bahasa E Aminudin Aziz dalam acara peluncuruan UKBI Adaptif Merdeka, Jumat (29/1).

Selama ini, kata Aminudin, pemerintah sudah menerima masukan dari berbagai kalangan terkait pengembangan UKBI. Pihaknya pun senantiasa menerima semua masukan yang bisa mendorong pemanfaatan UKBI bagi semua kalangan.

"Permintaan ini sudah datang dari berbagai pihak, terutama dari para dosen yang sehari-hari mereka bekerja dengan rekan-rakan kaum difabel," imbuhnya.

Masyarakat selama ini menyambut baik program UKBI. Dengan hadirnya UKBI Adaptif Merdeka diharapkan animo masyarakat bisa meningkat dan UKBI bisa digunakan secara luas, baik oleh WNI maupun WNA.

Pada saat ini Badan Bahasa sudah menerima sekitar 600 peserta yang mendaftar mengikuti ujian UKBI Adaptif Merdeka. Mereka menunggu peluncuran terlebih dahulu supaya betul-betul resmi.

"Di antara 600 ini, mereka ialah mahasiswa dan guru di Indonesia dan para pembelajar Bipa dari Korea dan Singapura," terangnya.

Aminudin menambahkan hadirnya UKBI Adaptif Merdeka di masa pandemi tentu saja sangat berguna bagi para peserta dan pemerintah. Dengan berbagai kebijakan pembatasan penanganan covid-19, tes UKBI bisa tetap berjalan secara daring.

"Ini dilakukan secara daring sehingga interaksi langsung menjadi sangat minimal dan sekaligus mendukung program kampanye pemerintah," ucapnya.

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan secara daring. Latihan tes dan sistem UKBI pun dapat diundah secara gratis. Begitu pula dengan pengirim sertifikat yang selama ini menjadi kendala kini hadir e-sertificate yang bisa langsung diundah setelah selesai mengikuti tes.

Sebagai informasi, UKBI merupakan instrumen uji untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia penutur bahasa Indonesia. Dalam rentang 2016 sampai dengan 2020, UKBI telah diujikan kepada 61.812 penutur bahasa Indonesia yang terdiri atas pelajar, mahasiswa S1, S2, dan S3, guru, dosen, kalangan profesional, pejabat fungsional, pejabat struktural, serta warga negara asing. (OL-14)

BERITA TERKAIT