29 January 2021, 07:00 WIB

SKK Migas Optimistis Produksi tidak Menurun


mediaindonesia.com | Humaniora

GREEN AND CLEAN: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya (belakang layar) tampil dalam Media Group News (MGN) Summit Indonesia 2021 bertema Sustainable energy: green and clean secara virtual, kemarin.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berkomitmen pada 2021 tidak akan ada penurunan produksi yang sempat terjadi pada tahun lalu akibat pandemi covid-19.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menegaskan potensi produksi migas di Indonesia masih cukup besar dengan 128 cekungan sedimen sehingga masih sangat menjanjikan. Selain itu, SKK Migas telah mencanangkan 1 juta barrel oil per day (bopd) pada 2030.

“Kami juga sedang merumuskan long term planning dalam upaya memenuhi energi nasional dengan empat strategi. Di 2021 kami jadikan upaya decline production (tidak terjadi penurunan produksi),” kata Dwi dalam Media Group News Summit Indonesia 2021 bertema Economic recovery: green and clean, kemarin.

Empat strategi yang dimaksud ialah mengoptimalkan produksi lapangan yang sudah ada, transformasi sumber daya kontingensi ke produksi, mempercepat chemical EOR, dan eksplorasi untuk penemuan besar.

Ia memaparkan terdapat beberapa tantangan yang dihadapi untuk 2021, yakni masih rumitnya perizinan, tumpang-tindih peraturan, ketidaktersediaan data, rezim fiskal, hambatan di daerah operasi, kendala akuisisi lahan, proses monetisasi migas yang semakin lama, dan ketakutan mengambil keputusan.

“Dari tantangan yang dihadapi itu, pemerintah sudah menyiapkan baik permasalahan perizinan, fiskal, hambatan daerah, ketersediaan data, dan kendala termasuk kepastian hukum yang menjadi kebutuhan ke depan,” ujar Dwi.

Selain itu, terdapat beberapa capaian strategi utama untuk menuju 1 juta bopd. Pertama, SKK Migas telah memiliki tambahan produksi melalui program FTG 18.300 bopd dan 17 mmscfd rata-rata produksi tahunan. Kedua, produksi on stream POD lapangan PB wilayah kerja (WK) Mahato dan lapangan KBD WK Sakakemang. Juga, pengeboran 4 sumur deliniasi di Natuna dalam upaya percepatan pengembangan undeveloped discovery.

Ketiga, enchance oil recovery juga dilakukan dengan monitor, proses evaluasi pre-POD CEOR WK Rokan on stream 2024 serta field trial polymer EOR Lapangan Tanjung Pertamina EP.

Keempat, akuisisi data seismik 2D 32.200 km open area dalam satu tahun ke depan. Success ratio sumur eksplorasi 2020 sebesar 55%.

“Ke depannya diharapkan adanya peningkatan pemulihan setelah hasil vaksin covid-19 nanti, massive development plan (MDP) Mahakam, Sangasanga, serta insentif yang fleksibel dan kompetitif untuk membuka potensi,” ungkapnya. (Iam/S-3)

BERITA TERKAIT