28 January 2021, 20:14 WIB

MGN Summit: KLHK Target Capai EBT 50% pada 2050


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar menyampaikan target energi baru terbarukan (EBT) pada bauran energi sebesar 50% di 2050. Sebaliknya, Menteri ESDM mewujudkan misi pemanfaatan EBT hingga 31% di 2050.

"Pak Menteri (ESDM) menyampaikan baru 31%. Kalau boleh kami ambisikan lagi di 2050 targetnya net zero emission itu 50%, kemudian kita baru 2070 baru bisa net zero emission," kata Menteri Siti dalam Media Group News Summit 2021 bertajuk Sustainable Energy: Green and Clean, Kamis (28/1).

Menteri Siti tak memungkiri adanya hambatan dalam merealisasikan upaya tersebut. Terlebih pengurangan konsumsi sumber daya fosil seperti pengurangan komsumsi batu bara, CCS/CCUS, dan BECCS.

Indonesia merupakan salah satu negara pendukung Paris Agreement dan telah meratifikasinya melalui Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2016. Indonesia pun menetapkan Natlonally Determined Contribution (NDC) yang menetapkan sasaran penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% dengan usaha sendiri dan tambahan 12% dengan dukungan intenasional, sehingga menjadi 41% pada 2030.

"Kalau kita lihat datanya dari sektor energi, tingkat emisi gas rumah kaca dari 2015 sampai 2018  banyak dari listrik. Jadi kalau kita memperbaiki energi listrik, memperbaiki dengan arti RBF dengan geotermal dan lain-lain,  43% sampai 50% lebih itu akan tertolong emisi gas rumah kaca," jelasnya.

Menteri Siti menambahkan dalam upaya itu KLHK mendorong pengembangan HTE, yakni pelepasan kawasan hutan 6,91 juta ha (78,39% sawit) dan izin pinjam pakai kawasan hutan 0,44 juta ha untuk sektor energi (11 juta ha HTI). (OL-14)

 

BERITA TERKAIT