28 January 2021, 17:00 WIB

Perkuat Hilirisasi Riset, Kalbe Buka Pendaftaran RKSA 2021


Faustinus Nua | Humaniora

PT Kalbe Farma telah resmi membuka pendaftaran Ristek/BRIN Kalbe Science Awards (RKSA) yang ke-9,Kamis (29/1). Penghargaan yang diberikan kepada para peneliti di bidang kesehatan itu akan memperkuat hilirisasi riset di Tanah Air.

"Kalbe mencoba berperan dan memberikan dukungan dalam beberapa hal. Pertama Kalbe sebagai elemen bisnis dalam kerja sama ABG (academician, business and government) ini berkewajiban, berperan dan ingin berkontribrusi lebih besar dalam mendiring dan membawa penelitian samapai pada komersialisasi," ungkap Direktur Kalbe Sie Djohan dalam acara sosialisasi RKSA, Kamis (28/1).

Meski telah menyediakan award, menurutnya, hal itu masih kurang dalam mendukung riset nasional. Lantas, Kalbe ingin lebih menyediakan grand untuk riset dan tujuannya agar riset-riset tersebut bisa terus berlanjut.

Baca juga: Ancaman Mutasi Virus, ILUNI UI Dukung Pembatasan WNA Masuk

"Dari hilirirsasi ini Kalbe akan terus mendampingi, memberi suport dalam pendanaan, prose development sampai pada pembuatannya misalnya bisnis plan dan komersialisasi," imbuhnya.

Djohan mengatakan sejak awal diselenggarakan pada tahun 2008, pihaknya sudah berkomitmen memperkuat hilirisasi riset. Namun, baru 2 gelaran terakhir yang benar-benar diubah formatnya.

Pada awal, RKSA hanya sekadar awards bagi peneliti agar mereka tetap samangat dan bergairah. Hasil riset menerak dinilai perlu diberi apresiasi.

"Tapi setelah berjalan beberapa saat kita merasakan ada urgensi lainnya. Bukan hanya minat penelii tinggi, tetapi juga sedapat mungkin penelitian ini juga terus dibawa, dilakukan hilirisasi sehingga hasil-hasil penelitian ini diharapkan bisa dinikmati oleh masyarakat. Tidak hanya berakhir sebagai paper tapi sebagi produk, bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat," terangnya.

Sementara itu, mewakili para juri RKSA mantan Kepala Badan POM, Roy Sparringa menekankan bahwa kerja sama Kemenristek/BRIN dengan Kalbe sebagai komitmen meningkatkan hilirisasi penelitian sekaligus juga memperkuat sinergi ABG. Upaya tersebut harus terus dilakukan secara konsisten, mengingat tantangan saat ini cukup berat.

"Saya melihat komunikasi interaktif dan terus menerus dengan target terukur dan konsisten adalah kunci keberhasilan. Kita banyak belajar, untuk itu kita ke depan saya optimis akan lebih bagus lagi," kata dia.

Di tengah pandemicCovid-19, menurutnya banyak pelajaran yang diperoleh. Sinergi triple helix ABG bisa lebih cair dan lebih baik dan banyak invensi potensial termasuk inovasi karya anak bangsa membuktikan bahwa Indonesia mampu.

Melalui RKSA, para peneliti diberi kesempatan agar hasil penelitiannya dihilirisasi sehingga manfaaatnya dapat dirasakan masyarakat.

"Ini kesempatan baik mendapatkan priotias pendanaan hilirisasi penelitian. Harapan kami agar banyak peneliti berpartisipasi mengikuti RKSA ini sehingga dapat berkintribusi bagi bangsa," tandasnya.(H-3)

BERITA TERKAIT